DetikNews
Sabtu 22 September 2018, 10:11 WIB

Polri Mendata Ada 3.500 Konten Hoax di Media Sosial

Audrey Santoso - detikNews
Polri Mendata Ada 3.500 Konten Hoax di Media Sosial Diskusi bertajuk 'Kampanye Asik, Damai, dan Antihoax'. (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Mabes Polri mengungkap ada 3.500 konten hoax atau bohong di media sosial. Polri terus berupaya memerangi konten hoax.

"Data terakhir yang krusial ada 3.500 (konten hoax). Tugas kami adalah memberikan informasi yang benar terkait hoax itu," kata Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Budi Setiawan dalam diskusi bertajuk 'Kampanye Asyik, Damai, dan Antihoax' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Menanggapi maraknya konten hoax menjelang masa kampanye Pilpres 2019, anggota Timses Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, menerangkan pemilu sebagai pesta demokrasi harus disikapi dengan kegembiraan.



"Sejak awal, kami lihat pemilu ini pesta demokrasi. Pesta ya happy, bukan ribut-ribut, suasana kebahagiaan, pesta rakyat. Biarkan ini menjadi kebahagiaan mereka, ungkapan menyampaikan pendapat siapa pemimpinnya. Jangan jadikan pesta sesuatu yang menakutkan," ujar Arya.

Menurut Arya, sikap elite politik menjadi acuan masyarakat untuk mewujudkan atmosfer kegembiraan pada masa pemilu. Dia yakin jika elite politik mempertontonkan hal-hal yang positif, pendukung di tingkat akar rumput akan menirunya.

"Saat elite politiknya menunjukkan teladan, pasti di bawah itu akan ikut, pendukung di tingkat bawah. Contoh saat atlet pencak silat memeluk Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Sambutan masyarakat baik dan mendukung," ucap dia.

Sementara itu, anggota timses Prabowo-Sandi, Siane Indriani, menilai kontestasi Pilpres 2019 bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat karena kandidat calon presidennya sama seperti pada 2014, yakni Jokowi dan Prabowo.

"Empat tahun lalu kan calon yang sama, artinya sebetulnya masyarakat ini sudah mempunyai pilihannya selama 4 tahun perjalanan, punya pilihan yang pasti," tutur Siane.

Siane mengungkapkan merebut suara kaum milenial, yang dianggap sebagai swing voters, adalah satu-satunya PR terberat para kandidat Pilpres 2019. "Ini sebenarnya sekarang mencari suara di swing voters, kaum milenial itu. Saya setuju yang dibilang Mas Arya kita santai-santai saja, happy-happy saja," imbuh Siane.
(aud/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed