DetikNews
Sabtu 22 September 2018, 08:59 WIB

Perang Tagar Jokowi Vs Prabowo Usai Pengundian Nomor Urut

Niken Purnamasari - detikNews
Perang Tagar Jokowi Vs Prabowo Usai Pengundian Nomor Urut Foto: dok. Getty Images
Jakarta - Pertarungan Pilpres 2019 antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto dimulai seusai pengundian nomor urut. 'Perang' ini juga dimulai di linimasa media sosial dengan adanya tanda tagar (hashtag). Siapa yang lebih siap dan unggul?

Dari hasil pengundian nomor urut, Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 1, sementara Prabowo-Sandiaga nomor urut 2. Setelah pengumuman, tak lama kemudian, media sosial langsung riuh, terutama di Twitter. Perang hashtag kedua kubu bermunculan.



Kubu Jokowi misalnya memunculkan tanda pagar JokowiLagi dan IndonesiaMaju. Sementara itu, kubu Prabowo dengan tanda pagar 2019GantiPresiden dan 2019PrabowoPresiden.


Hashtag trending di Twitter.Hashtag trending di Twitter. (Foto: dok. Ismail Fahmi)


Pakar media sosial Ismail Fahmi menjelaskan bermunculannya tanda pagar seusai pengundian nomor urut salah satunya menunjukkan kesiapan tim paslon. Ismail menilai kubu Jokowi lebih siap menyiapkan tanda pagar, video, hingga meme yang akan digunakan seusai pengundian.

"Perang hashtag setelah penentuan nomor urut di situ tim Jokowi paling siap. Data saya ambil dari jam 20.00 WIB (21 September 2018) sampai jam 22.00 WIB. Jadi biar nggak terkontaminasi sama percakapan sebelumnya," ujar Ismail saat berbincang, Jumat (21/9/2018) malam.

Perang Tagar Jokowi vs Prabowo Usai Pengundian Nomor UrutFoto: dok. Ismail Fahmi


"Caranya, saya ambil hashtag ganti presiden sama hashtag tetap Jokowi. Dari situ ketahuan hashtag lain yang dipakai. Nah, ketahuan hashtag lain di situ jelas untuk tim Jokowi. Mereka sangat siap. Kalau dapat nomor (undian) 1, apa yang akan muncul. Kalau dapat nomor 2, hashtag apa yang akan dipakai. Sementara kubu Prabowo nggak ada hashtag baru, mereka pakai hashtag lama," jelasnya.

Ismail mengatakan perang tanda pagar ini akan semakin panas hingga pelaksanaan pilpres pada April 2019. Kubu masing-masing capres akan menggunakan tanda pagar yang dapat membuat masyarakat ingat pada salah satu calon. Misalnya lewat penggunaan nomor urut yang sudah ditetapkan.

"Hashtag berdasarkan nomornya. Sebelumnya mereka masih pakai hashtag yang ada, misalnya ganti presiden. Berikutnya mereka menggunakan hashtag baru yang kira-kira membuat publik ingat dengan nomor. Misalnya Jokowi satukanIndonesia atau JokowiSatuKali lagi. Kalau yang saya lihat kubu Prabowo belum lihat pemanfaatan angka 2 ini. Tapi kita lihat besok apakah mulai memanfaatkan angka ini," kata Ismail.

Perang Tagar Jokowi vs Prabowo Usai Pengundian Nomor UrutFoto: dok. Ismail Fahmi


Dari data terakhir pada Jumat (21/9), Ismail memaparkan sejumlah tanda pagar yang populer di Twitter seusai pengundian nomor urut. Tanda pagar di kubu Jokowi, peringkat dua teratas adalah tanda pagar JokowiLagi dengan 5.033 cuitan dan IndonesiaMaju sebanyak 3.225 cuitan.

Perang Tagar Jokowi vs Prabowo Usai Pengundian Nomor UrutFoto: dok. Ismail Fahmi


Sementara itu, di kubu Prabowo, tanda pagar populer adalah 2019GantiPresiden dengan 6.068 cuitan dan 2019PrabowoPresiden sebanyak 1.845 cuitan.
(nkn/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed