Serang Ma'ruf-Megawati, Yahya Waloni Dipolisikan Sekjen PKB

Nur Azizah Rizki - detikNews
Jumat, 21 Sep 2018 17:01 WIB
Sekjen PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Yahya Waloni ke Bareskrim Polri. (Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - Sekjen PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Yahya Waloni ke Bareskrim Polri. Pelaporan ini dibuat setelah Karding menonton video ceramah Yahya di YouTube.

"Hari ini saya selaku Sekjen PKB sengaja datang ke Bareskrim untuk melaporkan Pak Ustaz Yahya Waloni yang pernyataan-pernyataannya kita nonton dan dengarkan di YouTube dan diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE," kata Karding di Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

Karding menilai pernyataan Yahya dalam ceramahnya mengandung unsur permusuhan dan kebencian. Hal yang dimaksud Karding ialah serangan Yahya terhadap sejumlah nama, seperti Ketua Umum MUI sekaligus cawapres KH Ma'ruf Amin, mantan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), dan presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.


"Jadi tidak sepatutnya tokoh-tokoh seperti Kiai Ma'ruf, kemudian Pak TGB, dan juga Ibu Megawati. Ibu Megawati itu mantan presiden kita, ketua umum partai, tidak sepatutnya diserang dengan nada nyinyir atau menghina seperti nenek-nenek, biang kerok, dan sebagainya," ujar Karding.

"Begitu pula untuk Kiai Ma'ruf, pernyataan-pernyataan sudah uzur, sudah tua, sudah mau mati, tapi masih ambisi jadi wakil presiden, dan menjawab 'siap', misalnya kan. Termasuk kepada Pak TGB, yang menyatakan bahwa kata Tuan Guru 'Bajang' diganti menjadi 'bajingan'," imbuhnya.

Atas hal itu, Karding mengatakan perlu ditempuh jalur hukum. Cara penuturan Yahya dianggap berbahaya bagi masyarakat dan bagi kesantunan sebagai warga negara.


Karding tak ingin mengaitkan pelaporan ini dengan politik. Dalam pelaporan ini, dia membawa bukti berupa flashdisk yang berisi video ceramah Yahya. Pelaporan ini dibuat agar tak semakin banyak ceramah berisi kebencian dan malah merusak suasana bernegara. Laporan Karding tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/1176/IX/2018/BARESKRIM.

"Ya itu yang saya khawatirkan bahwa kalau ini dibiarkan itu akan diikuti oleh banyak orang, lalu itu merusak suasana bernegara kita, apalagi suasana kampanye kita, kita semua punya kewajiban, kewajiban moral maupun politik untuk menjaga suasana kampanye ini berjalan sejuk dan damai sehingga hal-hal yang bisa memprovokasi, memancing, apalagi tersampaikan secara langsung, itu harus kita hindari. Ini saya terus terang menyampaikannya," ungkap dia.


Sebelumnya diberitakan, Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (NW) Jakarta juga melaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) melalui media elektronik dan penistaan agama.

Laporan itu dibuat oleh Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa NW Jakarta, Alimudin, di Bareskrim Polri, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (18/9). Alimudin ditemani kuasa hukumnya dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat).



Tonton juga 'PD Main Dua Kaki, PKB: Buat Kami Ini Berkah':

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/tor)