DetikNews
Jumat 21 September 2018, 09:26 WIB

Disdik DKI Duga Ada Salah Paham soal Honor Penari Asian Games

Indra Komara - detikNews
Disdik DKI Duga Ada Salah Paham soal Honor Penari Asian Games Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Keluhan soal honor penari Asian Games 2018 yang belum dibayar ramai dibahas di media sosial. Dinas Pendidikan DKI menjelaskan honor tersebut diberikan untuk kegiatan operasional murid selama menjalani latihan menari.

"Jadi itu memang betul yang diberikan itu untuk operasional ya. Rilis dari Inasgoc itu betul, untuk operasional gitu lho. Mungkin ada salah paham dari anak-anak yang nari gitu lho. Jadi kan dia untuk nari butuh latihan, transpor, dan sekolah butuh sewain mobil, nah gitu," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati saat dihubungi detikcom, Jumat (21/9/2018).

Susi mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti total honor yang diberikan oleh pihak Inasgoc. Dinas Pendidikan DKI sampai saat ini masih meminta klarifikasi kepada pihak sekolah terkait.

"Aku nggak tahu, karena kan MoU-nya ke ini kan, aku masih cari besarannya, pasnya kita masih klarifikasi ke sekolah," terang Susi.

Senada dengan Susi, pejabat Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Junaidi, mengatakan besaran honor yang dijanjikan Inasgoc tidak diketahui oleh Pemprov DKI. Junaidi menuturkan duit yang ramai dibahas itu untuk kepentingan operasional.

"Itu komunikasinya dengan pihak sekolah untuk kepentingan operasional yang di dalamnya itu berisi berbagai macam hal, termasuk di antaranya ada transportasi yang tentu untuk kepentingan siswa, begitu," katanya dihubungi terpisah.

"Itu digunakan untuk kepentingan operasional kegiatan tersebut 9 kali latihan di sekolah, lalu itu untuk kepentingan konsumsi selama latihan. Termasuk transportasi mereka ke sana, itu info yang kita dapat dari sekolah. Dari Inasgoc sendiri kita harap, Inasgoc ini nggak beri informasi terkait poin itu ke kita," lanjut Junaidi.

Disdik DKI, tambahnya, belum melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak Inasgoc. Saat ini, beberapa sekolah sudah dipanggil dan dimintai klarifikasi.

"Kita belum komunikasi dan kita harap ada komunikasi. Terpenting pertama kita ucapkan sama peserta didik di Jakarta terlibat dalam pembukaan. Kedua, Inasgoc memberikan perhatian pada kegiatan tersebut. Yang kita sesalkan kalau media mengekspos seolah ada penyalahgunaan, padahal yang dilakukan sekolah itu seusai dengan informasi yang berkembang bahwa itu digunakan untuk kepentingan dikembalikan kepada peserta didik. Silakan komunikasi dengan infokom. Dari Disdik sudah menyertakan data. Dan kami sudah mengumpulkan sejumlah sekolah, kita panggil dan kita sampaikan," tuturnya.

Sebelumnya, Inasgoc mengatakan bayaran operasional yang menjadi hak para penari tersebut sudah dituntaskan. Inasgoc secara khusus memberikan apresiasi pada penari yang terlibat karena sampai seluruh pertunjukan berjalan sukses mereka harus menjalani latihan keras untuk kurun waktu yang tidak singkat.

Jumlah uang operasional yang diberikan sesuai kontrak yang sudah dibuat dan uang operasional tersebut digunakan untuk mendukung persiapan dan latihan para penari baik yang dilakukan di sekolah, stadion, atau di tempat lain.

Besarnya disebutkan US$ 15 atau sekitar Rp 200.000. Mekanismenya adalah panitia melakukan pembayaran melalui transfer bank ke rekening sekolah asal penari.
(idn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed