DetikNews
Jumat 21 September 2018, 07:53 WIB

Menaker Dukung Program Kursus English for Indonesia

Tia Reisha - detikNews
Menaker Dukung Program Kursus English for Indonesia Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendukung program pelatihan bahasa English for Indonesia yang merupakan langkah dari British Chamber of Commerce in Indonesia dan Kedubes Inggris di Jakarta.

Program tersebut diyakini dapat membantu masyarakat Indonesia untuk lebih aware terhadap bahasa Inggris sehingga mereka bisa memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menguasai bahasa Inggris.

"Kita mendukung pelaksanaan program English for Indonesia sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan dunia kerja," kata Hanif dalam keterangan tertulis, Kamis (20/9/2018).

Saat membuka Breakfast Event Workshop yang digelar Kedubes Inggris di Jakarta dan Kadin Inggris (BritCham) di Jakarta hari ini (20/9), Hanif berharap program English for Indonesia menjadi solusi bagi pekerja Indonesia atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri.


Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi kelemahan utama dari pekerja Indonesia di samping kurangnya penguasaan komputer dan manajemen kepemimpinan.

"Kita akan support program pelatihan bahasa English for Indonesia yang selama ini menjadi kelemahan pekerja kita. Inilah kesempatan baik bagi pekerja Indonesia untuk bisa melengkapi bukan saja skill teknis tapi juga dengan bahasa, utamanya bahasa Inggris," kata Hanif.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga mengajak investor Inggris maupun Eropa untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, termasuk kerja sama peningkatan kualitas SDM untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan profesional.

"Pemerintah terbuka dan membuka diri untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dari Inggris dan Eropa untuk terlibat dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Misalnya pelatihan vokasi, kerja sama program, maupun isu mekanisme penggunaan TKA dengan regulasi baru," ujar Hanif.

Sementara itu, Dubes Inggris Moazzam Malik menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama terkait peningkatan SDM, khususnya bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan.


"Karena bahasa Inggris sudah menjadi bahasa resmi untuk kawasan Asean Economic Community (AEC) dan menjadi bahasa sehari-hari dunia bisnis maupun politik internasional serta dunia kampus," ujar Moazzam.

Ia pun mengungkapkan British Council dan Kedubes Inggris di Jakarta juga akan mempermudah peningkatan kapasitas bahasa Inggris pemuda Indonesia, khususnya kepada guru-guru bahasa Inggris di sekolah negeri. Hal ini dilakukan dengan mempromosikan materi pembelajaran bahasa Inggris yang bisa diakses secara gratis.

"Pada 2 Oktober nanti kami akan luncurkan kampanye promosi materi bahasa Inggris yang bisa diakses secara gratis. Ini salah satu kontribusi," tegasnya.

Moazzam juga menegaskan sebanyak 95 dari 100 universitas terbaik di dunia menggunakan bahasa Inggris. "Jadi ini (bahasa Inggris) keperluan modern," pungkasnya.


Simak Juga 'Adu Push up Mensesneg Vs Menaker, Menang Siapa?':

[Gambas:Video 20detik]


(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed