DetikNews
Kamis 20 September 2018, 23:23 WIB

Sandiaga Menepis Pedagang, Mengaku Ubaru

Mochamad Zhacky - detikNews
Sandiaga Menepis Pedagang, Mengaku Ubaru Sandiaga Uno/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Bakal cawapres Sandiaga Uno bicara soal label ulama yang disematkan. Sandiaga menyebut dirinya bukan ulama, tapi ubaru. Apa maksudnya?

Sandiaga sudah membahas label ulama saat bertemu Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. "Saya bilang ulama dasarnya apa? Terus dia (HNW) menyebut dasar beberapa surat di Alquran," kata Sandiaga.

Tapi Sandiaga menyadari keterbatasan pengetahuannya tentang agama. Tapi Sandiaga menyebut punya kemampuan mendalam bila definisi ulama yang dimaksudkan Hidayat.





"Kalau saya, karena keterbatasan pengetahuan saya di bidang agama dan saya sekolah multi kultur, multi religi, multi etnis, pernah sekolah di luar negeri juga, fokus saya di ekonomi. Kegiatan saya sebagai entrepreneur dan sekarang sudah menjadi berpengalaman sempat menjadi birokrat, dan masuk di politik, dan bagi saya definisi itu penting," sambungnya.

Dia menyebut pelabelan ulama tak perlu lagi dipersoalkan. Ada isu yang menurut Sandiaga penting untuk ditindaklanjuti yakni mengatasi persoalan ekonomi.

"Jadi buat saya tidak terlalu penting definisi ulama atau ubaru. Tapi kayanya saya ubaru," kata Sandiaga sambil tertawa.




"Jadi, sekali lagi saya minta masyarakat tak terombang-ambing terhadap definisi sama seperti saat definisi emak-emak sama ibu-ibu bangsa. Kita lagi-lagi terus bergerak daripada substansi. Kita hanya memikirkan lapisan paling atas, kita sangat-sangat superficial, hanya di permukaan, nggak menusuk ke akar permasalahan," papar Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal dirinya bukan ulama melainkan pedagang.

"Saya nggak pernah berdagang, ya. Mungkin saya perlu garisbawahi. Saya entrepreneur, ya. Saya pengusaha di bidang keuangan dan investasi, ya. Tapi berdagang sendiri itu nggak pernah. Kaya orang bilang berdagang di pasar, saya nggak pernah berdagang di pasar," kata Sandiaga.

Namun Sandiaga mengaku memahami betul seluk-beluk pasar tradisional. Tapi dia meminta agar urusan pelabelan ulama atau pedagang ini tak dipersoalkan lagi.




"Tapi ngerti pasar tradisional, ya. Saya ngerti banget karena saya ketua asosiasi pedagang pasar tradisional seluruh Indonesia," ujar Sandiaga.

"Ya, ini kembali lagi, definisi melawan definisi, masalah internal definisi atau labelisasi itu yang mengaburkan satu diskusi yang mestinya lebih substantif," imbuhnya.
(fdn/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed