DetikNews
Kamis 20 September 2018, 17:23 WIB

PSI: Gelar Ulama Sandiaga Maksa

Andhika Prasetia - detikNews
PSI: Gelar Ulama Sandiaga Maksa Ketua DPP PSI Tsamara Amany (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) heran alasan cawapres 2019, Sandiaga Uno, dicap sebagai ulama. Label ulama tersebut dinilai memaksa.

"Saya heran mengapa memaksakan Pak Sandi sebagai ulama. Sebelumnya ia disebut sebagai santri post-Islamisme yang sampai hari ini kita tak tahu apa maksudnya. Pemaksaan seperti ini bukti bahwa timses Prabowo-Sandi tak mampu menjual prestasi cawapresnya atau memberikan program-program menarik bagi masyarakat," ujar Ketua DPP PSI Tsamara Amany kepada wartawan, Kamis (20/9/2018).


PSI meminta Koalisi Indonesia Adil Makmur fokus pada program dan visi-misi ketimbang memberikan gelar ulama. PSI menyebut kubu Prabowo memiliki program yang jelas jika tidak mampu fokus pada program serta visi-misi.

"Jangan hanya karena urusan politik elektoral seseorang mau dijadikan ulama atau santri. Fokus saja pada program, visi, dan misi. Kalau tak bisa, mungkin karena memang tak punya program yang jelas. Rakyat sudah cerdas. Kemenangan harus diraih dengan tawaran kebijakan, bukan dengan omong kosong," kata Tsamara.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyebut Sandiaga sebagai ulama. Saat dimintai tanggapan, Sandiaga enggan disebut ulama.

"Jadi buat saya tidak terlalu penting definisi ulama atau ubaru. Tapi kayaknya saya ubaru," kata Sandiaga di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (20/9).



Tonton juga 'Fahri Hamzah: Sandi Itu Pedagang, Bukan Ulama!':

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed