DetikNews
Kamis 20 September 2018, 17:02 WIB

Cerita Siswi SMA di DKI Menanti Kepastian Honor Penari Asian Games

Bagus Prihantoro Nugroho, Arief Ikhsanudin - detikNews
Cerita Siswi SMA di DKI Menanti Kepastian Honor Penari Asian Games Tari Ratoh Jaroe saat pembukaan Asian Games 2018. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kabar soal adanya honorarium yang belum diberikan kepada para siswa-siswi penari Ratoh Jaroe di pembukaan Asian Games 2018 jadi heboh. Kini siswa dari beberapa sekolah akhirnya mendapat kepastian pemberian honor tersebut.

Salah seorang peserta tari Ratoh Jaroe bercerita kepada detikcom soal kabar pencairan honor yang baru dia dapatkan. Siswi salah satu SMA di Jakarta ini meminta identitasnya tidak disebutkan.

"Katanya besok (honor disalurkan)," kata dia kepada detikcom, Kamis (20/9/2018).



Dia mendapat kabar dari luar pihak sekolah bahwa besaran dana yag diberikan oleh INASGOC adalah US$ 15 per orang per hari. Menurut dia, seharusnya jumlahnya sekitar Rp 3,3 juta.

Pihak sekolah menjelaskan soal adanya biaya operasional, sehingga setiap murid yang mengikuti acara tersebut mendapatkan Rp 500.000. Dia juga menyebut ada fasilitas berupa bus yang didapatkan selama latihan di luar sekolah.

"Sama dikasih kaos gitu. Tapi itu bukan opsi selain honor, itu emang dibuatin," ungkap dia.

Dia bercerita pula bagaimana awalnya proses seleksi untuk jadi penari Ratoh Jaroe di pembukaan Asian Games 2018. Sekolahnya mendapat kuota 150 orang. Masing-masing sekolah diberi kuota berbeda-beda.



"Pertemuan pertama dikasih surat perjanjian yang kurang lebih ngejelasin kalau acara ini rahasia dan nggak boleh dipublikasikan. Anak-anak yang dipilih itu dari anak (pengurus) OSIS, anak ekskul Tari Saman dan yang ikut ekskul di sekolah, sisanya daftar sendiri. 3 kali latihan abis itu langsung diseleksi buat yang jadi penari Ratoh Jaroe fix-nya," papar dia.

Dia tak menyinggung apakah sejak awal memang dijanjikan ada honor. Prosesi latihan awalnya di lingkungan sekolah, kemudian berpindah ke lapangan dekat Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU-GBK), dan terakhir di SU-GBK.

Selain itu detikcom juga mendapat kabar dari salah satu murid SMA di Jakarta Barat bahwa mereka pun akan diberi honor tersebut. Dia mendapat kabar dari temannya soal kabar tersebut.

Seorang ibu yang keponakannya jadi peserta Tarian Ratoh Jaroe juga menceritakan hal senada. Keponakannya bersekolah di salah satu SMA yang terletak di Jakarta Timur.

"Masih menunggu Jumat besok. Kasihan anak-anak, lelah latihan, keponakan saya sempat drop kelelahan. Tidak fair kalau sekolah mengambil keuntungan atas lelahnya anak-anak ini," ungkap ibu tersebut.

Sementara itu detikcom menyambangi salah satu sekolah di Jakarta Barat yang siswanya juga terlibat jadi penari Ratoh Jaroe. Namun pejabat sekolah tersebut menolak memberi penjelasan karena diminta pihak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

Sebelumnya Plt Kepala Disdik DKI Bowo Irianto pun telah memberi penjelasan soal duduk masalah kehebohan honorarium ini. Menurut Bowo, pihak sekolah tak diberi tahu kalau uang yang ditransfer oleh INASGOC adalah untuk honorarium peserta.

"Itu kan masuk ke rekening sekolah. Nah sekolah kan belum tahu karena barangkali juga tidak ada pemberitahuan dari Inasgoc bahwa sekolah anda menerima. Ya kan begitu. Makanya ini kami sedang meminta data kepada Inasgoc," kata Bowo.

INASGOC melalui Sekretaris Jendral Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Eris Herriyanto telah menjelaskan, pihaknya sudah menyalurkan 'apresiasi' kepada para peserta. Ada 4 ribuan peserta dalam pembukaan Asian Games 2018, termasuk di antarannya 1.600 penari Ratoh Jaroe yang merupakan siswa-siswi SMA. Sementara itu ada 2.113 penari yang merupakan siswa-siswi SMA dari 18 sekolah di Jakarta.

"Panitia sangat berterima kasih kepada para penari, guru dan orang tua mereka yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia. Kerja keras dan penampilan para penari tidak bisa dinilai dengan apapun, tetapi apa yang telah dilakukan akan selalu abadi di hati dan benak seluruh rakyat Indonesia juga dunia," kata Eris dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/9).

Dalam keterangan itu ditulis bahwa proses pembayaran dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada April, Juni, dan terakhir pada 17 September 2018 lalu. Pada keterangan itu disebutkan bahwa INASGOC telah menyalurkan uang operasional kepada rekening sekolah tempat para penari berasal.

Mereka menyebutnya uang operasional sebagai bentuk apresiasi. Disebutkan pula bahwa sebagian uang operasional itu digunakan untuk mendukung persiapan dan latihan para penari.

Sementara itu ada pula petisi pada situs Change.org yang berjudul 'Hak Siswa Indonesia terhadap Fee Asian Games'. Petisi itu dimulai oleh FORUM MPK OSIS 2017-2018.

Petisi itu dibuat sejak kemarin (19/9). Hingga hari ini pukul 17.11 WIB, sudah ada 4.068 orang yang menandatangani petisi ini.




Tonton juga 'Pak Anies, Kapan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games Cair?':

[Gambas:Video 20detik]


(bag/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed