Ratusan mahasiswa ini juga meminta 53 anggota DPRD Jambi yang diduga menerima uang ketuk palu RAPBD 2017-2018 mundur secara terhormat.
Massa menjalankan aksi dengan berjalan kaki menuju kantor DPRD Jambi. Bahkan sebelum menuju gedung Dewan, massa sempat memblokade salah satu kendaraan dinas yang terparkir di jalan.
Massa kesal atas roda pemerintahan Provinsi Jambi yang tidak dapat menjalankan tugas dengan baik. Bahkan massa mengkritik pemerintah Jambi tidak serius menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa sempat melakukan aksi pelemparan sejumlah botol mineral serta batu kecil ke arah petugas. Massa juga mendorong secara paksa petugas untuk dapat memasuki gedung Dewan yang terlihat kosong tanpa penghuni.
Baca juga: Kode-kode Rahasia di Sidang Zumi Zola |
Beberapa mahasiswa yang diduga menjadi provokator juga sempat diamankan petugas. Namun massa sempat menghalau aksi petugas untuk mengamankan rekannya yang sempat akan diangkut polisi ke dalam mobil.
Bahkan beberapa dari mereka juga pingsan serta menangis dalam kericuhan terjadi. Hingga kemudian kericuhan antara polisi dan mahasiswa bisa diatasi. Unjuk rasa ini merupakan bentuk kekesalan masyarakat atas kasus korupsi yang terjadi di Provinsi Jambi.
Mahasiswa juga meminta Zumi Zola tidak mempertahankan jabatannya sebagai Gubernur Jambi karena sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami di sini menuntut, bagaimana mungkin Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola yang benar-benar sudah menjadi tersangka masih menerima gaji sampai detik ini. Sudah puas makan uang rakyat masih meminta gaji. Tidak lama kemudian, ada lagi terdengar bahwa 53 anggota DPRD Jambi tersandung kasus korupsi. Oleh karena itu, kami meminta tegas dan keadilan agar pemerintah pusat atau KPK dan pengadilan dapat mengusut tuntas kasus korupsi yang ada di Jambi ini," ujar Presiden BEM UIN STS Jambi, Ari Kurniadi, Kamis (20/9/2018).
Mahasiswa juga meminta KPK mengusut tuntas dugaan kasus korupsi berjemaah yang dilakukan anggota DPRD Jambi dalam kasus uang ketuk palu. Mahasiswa tidak ingin Provinsi Jambi stagnan dalam perbaikan dan pembangunan serta pendidikannya atas kasus korupsi tersebut.
"Kita minta agar KPK membongkar habis terhadap kasus ini. Ini korupsi berjemaah. Jadi saya minta KPK dapat memberantas anggota legislatif yang terlibat korupsi. Selain itu, kita juga minta Zumi Zola mundur dari jabatannya. Harusnya dia sadar diri sudah korupsi masih inginkan jabatan," tukasnya. (asp/asp)










































