DetikNews
Kamis 20 September 2018, 13:55 WIB

Cerita Mistis 'Ketukan Pintu' di Rumah Ustaz Pemindah Makam di Depok

Matius Alfons - detikNews
Cerita Mistis Ketukan Pintu di Rumah Ustaz Pemindah Makam di Depok Proses pemindahan makam di TPU Kumpi Saribah Grogol, Limo, Depok.
Depok - Boleh percaya boleh tidak, cerita mistis mewarnai proses pemindahan ratusan kuburan di Depok yang terdampak proyek Jalan Tol Depok-Antasari (Desari). Seorang ustaz yang ikut membantu menggali kubur menceritakan kejadiannya. Seperti apa?

Ustaz Rohman (45) sudah lima hari ini ikut membantu memindahkan ratusan makam di TPU Kumpi Saribah Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat, Kamis (20/9/2018). Dia bersyukur tak ada kendala berarti saat memindahkan jasad dari makam lama ke makam baru yang jaraknya tak jauh dari lokasi.

"Alhamdulillah sih biasa saja, kita urusin dengan kalimat tauhid, alhamdulillah tidak ada kendala apa-apa, di bawah kubur juga alhamdulillah," kata Rohman di sela-sela rehat menggali.


Meski begitu, menurut Rohman, ada cerita menarik saat dirinya menggali makam-makam yang ada. Di liang kubur beberapa makam yang sudah lama, menurutnya, tercium bau wangi. Bahkan, menurutnya, pada Selasa (18/9) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, ada hal gaib yang terjadi di rumahnya.

"Saya buka pintu itu 3 kali, ada suara orang 'assalamualaikum' nggak ada lagi, orang 'assalamualaikum', saya buka lagi nggak ada lagi, buka lagi nggak ada lagi sampai 3 kali berturut-turut. Itu jelas sekali itu assalamualaikum sampai saya jawab 'waalaikumsalam', saya duduk lagi sampai akhirnya saya ngomong 'nanti saya urusin, saya sempurnakan', baru hilang," ujar Rohman.

Menurut Rohman, tak ada hal-hal aneh seusai kejadian mistis tersebut. Dia tetap bersikap biasa saja menggali makam bersama para penggali kubur lainnya.

"Biasa saja, ya nggak sih (takut), dari 8 tahun saya sudah peka sampai sekarang umur 45 tahun, ya alhamdulillah, nggak ada apa-apa," ucapnya seraya tersenyum.

"Walaupun bagaimana, walaupun jasadnya sudah tidak ada, tetap kita ijab-kabul dengan ahli waris karena hubungannya roh, karena roh mah nanti akan dibangkitkan lagi. Jadi hanya itu saja kejadiannya, hal yang biasa saja buat saya mah," sambungnya.

Makam-makam baru yang sudah disiapkanMakam-makam baru yang sudah disiapkan. (Matius Alfons/detikcom)

Ketua koordinator pekerjaan pemindahan makam, Nian Darmawan, juga sempat bercerita soal hal-hal mistik di lokasi. Para penggali kubur dan warga sempat kaget karena sejumlah jasad ditemukan dalam kondisi utuh. Dua di antaranya jasad Mak Anih dan Samsudin.

"Empat puluh dua tahun meninggalnya (masih utuh) itu Mak Anih Iti. Ya semasa hidup dulunya itu guru ngaji lekar," kata Nian.

 jasad Mak Anih (kanan) dan Samsudin (kiri).Jasad Mak Anih (kanan) dan Samsudin (kiri). (Matius Alfons/detikcom)

Menurut Nian, semasa hidup Samsudin dan Mak Anih dikenal sebagai orang yang baik dan taat beribadah. Menurutnya, Mak Anih adalah penghafal Alquran dan guru ngaji. Mak Anih, menurutnya, sudah dimakamkan sejak 42 tahun silam.

"Ya semasa hidup dulunya itu (Mak Anih) guru ngaji lekar, ngaji lekar itu ngajinya di rumah, istilahnya orang dulu ngaji kuping, jadi Alquran ditunjukin tapi almarhum nggak baca hurufnya karena dia nggak bisa, cuma ngehafalin, jadi dibacain almarhum dengerin," ujarnya.


"Makanya orang dulu kalau hafal itu awet sampai sekarang. Karena nggak bisa baca Alquran, gurunya almarhum yang bacain, ya rata-rata ya buta huruf. Bahkan dia bisa ngajar ngaji walau gitu. Dia tapi ngajar ngaji nggak baca Alquran, karena dulu dapetnya juga seperti itu, orang Grogol bilang ngaji kuping," sambung Nian.

Selain Mak Anih, lanjut Nian, jasad Samsudin ditemukan masih utuh meski sudah dikubur selama 22 tahun. Nian mengaku mengenal baik Samsudin karena rumahnya berdekatan. "Dulu semasa hidup satu RT sama saya, rumahnya beda 4 rumah dari saya," ucapnya.

Dia mengatakan, semasa hidup, Samsudin adalah sosok yang baik dan bermasyarakat. Samsudin, menurutnya, meninggal pada 1996 karena kecelakaan. Saat itu Samsudin meninggalkan istrinya yang masih mengandung enam bulan.


Nian mengatakan proses pemindahan makam berjalan lancar tanpa penolakan dari masyarakat dan ahli waris. Dia mengatakan sosialisasi kepada warga sudah dilakukan sejak jauh hari. Dari 525 makam, hingga siang tadi sudah 231 makam yang dipindahkan. Jasad yang diangkat disalatkan terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke makam baru yang jaraknya sekitar 100 meter.




Tonton juga 'Kepergian Hamsad Rangkuti dan Kasus Sengketa Lahan Pemkot Depok':

[Gambas:Video 20detik]


(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed