DetikNews
Kamis 20 September 2018, 12:40 WIB

Jokowi Tahu Gaduh Buwas Vs Mendag, Perintahkan Keduanya Mediasi

Niken Purnamasari - detikNews
Jokowi Tahu Gaduh Buwas Vs Mendag, Perintahkan Keduanya Mediasi Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengetahui kegaduhan antara Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita soal gudang penyimpanan beras. Jokowi meminta Menko Perekonomian Darmin Nasution melakukan mediasi terhadap keduanya.

"Secepatnya akan dipanggil. Presiden meminta supaya menteri koordinator mengundang. Sudah dilapor ke Pak Menteri. Sebentar lagi mau diundang. Duduk sama-sama, nggak boleh begitu semua harus berkoordinasi dengan baik," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).



Soal impor beras, Moeldoko mengatakan Indonesia masih membutuhkannya. Sebab, ada penyusutan lahan akibat pembangunan sejumlah infrastruktur.

"Secara realitas, kita masih perlu impor yang pertama memang ada penyusutan lahan data terakhir 24 persen. Jadi memang secara ilmiah penyusutan pembangunan jalan tol, kawasan industri yang dibuka, kawasan perumahan itu mengurangi tanah-tanah itu sehingga secara logika data kebutuhan beras nasional yang tidak bisa diproduksi sepenuhnya oleh kita," ujar Moeldoko.

Sebelumnya, Buwas mengatakan menolak impor beras lagi. Soalnya, tak ada lagi ruang di gudang untuk menampung beras. Respons Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kemudian membuat Buwas mengumpat. Enggartiasto merasa persoalan keterbatasan gudang itu bukan urusannya.

"Itu kan sudah diputuskan di Rakor Menko (Rapat Koordinasi Menteri Perekonomian) jadi urusan Bulog. Jadi nggak tahu saya, bukan urusan kita," jelas dia di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (18/9).



Mendengar respons Enggar terhadap keluhan terkait penuhnya gudang Bulog, yakni respons yang berbunyi 'bukan urusan kita', Buwas panas. Terucaplah umpatan 'matamu!'.

"Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi itu samakan pendapat, jadi kalau keluhkan fakta gudang saya bahkan menyewa gudang itu kan cost tambahan. Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, matamu! Itu kita kan sama-sama negara," papar dia di Perum Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).




Tonton juga 'Mendag Sebut Gudang Bulog Penuh Bukan Urusannya, Buwas: Matamu!':

[Gambas:Video 20detik]


(nkn/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed