DetikNews
Kamis 20 September 2018, 12:30 WIB

Sudah 231 Makam Dipindah di TPU Grogol Depok demi Proyek Tol Desari

Matius Alfons - detikNews
Sudah 231 Makam Dipindah di TPU Grogol Depok demi Proyek Tol Desari Proses pemindahan makam di TPU Kumpi Saribah Grogol, Limo, Depok. (Matius Alfons/detikcom)
Depok - Makam-makam di TPU Grogol, Limo, yang terdampak proyek Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) terus dipindahkan. Hingga menjelang siang ini, sudah ada 231 makam yang dipindahkan ke lokasi lain.

detikcom memantau situasi di TPU Kumpi Saribah Grogol, Limo, Depok, Jawa Barat, Kamis (20/9/2018) pukul 11.00 WIB. Tampak sejumlah penggali kubur tengah melakukan penggalian makam.

Makam-makam digali menggunakan cangkul dengan hati-hati. Setelah kain kafan pembungkus jasad terlihat, kemudian diangkat ke atas. Jasad lalu dibawa ahli waris ke bangunan di dekat makam, dikumpulkan dengan jasad-jasad lain.


Jasad-jasad ini kemudian disalatkan secara bersamaan, setelah itu dipindahkan ke makam baru yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Hingga saat ini, proses pemindahan makam masih berlangsung.

Makam-makam baru yang disiapkanMakam-makam baru yang disiapkan. (Matius Alfons/detikcom)

"Sudah 231-lah sampai saat ini," kata ketua koordinator pekerjaan pemindahan makam Nian Darmawan kepada detikcom di TPU Kumpi Saribah Grogol, Jl Pulo Mangga, Grogol, Limo, Depok, Kamis (20/9).

Nian menjelaskan, dari total jenazah yang sudah dipindahkan, ada 28 jasad yang dibawa ke lokasi lain untuk dimakamkan atas permintaan keluarga. Dana pemakaman akan diberikan kepada ahli waris.


"Jadi biayanya kita serahkan ke keluarga dan dipotong biaya kepala nisannya," tambah Nian. Tiap makam diberi biaya pemindahan sekitar Rp 2 juta dengan dipotong biaya batu nisan sebesar Rp 300 ribu.

Nian sebelumnya mengatakan proses pemindahan makam ini berjalan lancar tanpa penolakan dari masyarakat dan ahli waris. Dia mengatakan sosialisasi kepada warga sudah dilakukan dari jauh hari.

"Memang dari awal (ahli waris) sudah beberapa tahun kita sampaikan dan yang penting intinya gimana caranya (jasad) dipindahkan dengan cara-cara yang layak sebagaimana menanam mayat baru," ucapnya.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed