detikNews
Kamis 20 September 2018, 11:38 WIB

Jadi Tersangka Penipuan Sewa Pesawat, Ketua Kadin Bandara Soetta Ditahan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jadi Tersangka Penipuan Sewa Pesawat, Ketua Kadin Bandara Soetta Ditahan Ilustrasi penahanan. (thinkstock)
Jakarta - Penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya menetapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Soekarno-Hatta Internasional Airport, Sapto Kashariyanto, sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dan penipuan sewa pesawat. Sapto langsung ditahan.

"Betul, sudah (ditahan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Kamis (21/9/2018).

Kasus ini bermula saat pelapor bernama Geminiantoro Raharjo melakukan kerja sama dengan Sapto terkait sewa pesawat sekitar 2016. Pada kesepakatan awal, Sapto meminta uang Rp 1 miliar untuk mengadakan pesawat tersebut.

"Penggelapan terkait sewa pesawat, jadi pelapor itu kan sudah MoU dengan tersangka, sewa pesawat. Akhirnya dia (sepakat) harga Rp 1 M. Kemudian perjanjian dibuat Rp 1 M. Setahun perjanjiannya, bulan Oktober 2016 atau 2017 gitu," tutur Argo.


Namun, sampai setahun kemudian, barang yang dipesan tak kunjung datang. Sapto justru meminta uang kembali kepada Geminiantoro sebesar Rp 200 juta.

"Katanya nyampe sebulan pesawatnya, setelah dikirim Rp 1 M. Minta Rp 200 juta lagi, tersangka. Dikasih Rp 200 juta tapi sampai sekarang 2018 nggak dateng-dateng itu. Sampai perjanjiannya sudah habis," ujarnya.

Karena masa perjanjian sudah habis dan barang tak kunjung datang, Geminiantoro akhirnya melaporkan Sapto ke Polda Metro Jaya. Dia dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP.

"(Sekarang) sudah dikirim berkas perkara (ke jaksa)," ucap Argo.


Secara terpisah, kuasa hukum Geminiantoro, Gilbert Marciano Tulaar, mengatakan kliennya merasa ditipu oleh Sapto. Menurut Gilbert, Sapto beberapa kali mencoba meyakinkan kliennya, tapi pesawat yang dijanjikan tak kunjung datang.

"Pesawat tak kunjung datang. Pesawat kargo. Sampai akhirnya klien kami melakukan pelaporan, jangka waktu dua tahun. Pesawat tidak datang. Sampai klien kami dibawa ke Manila diyakinkan pesawat ada di Manila. Klien kami terbang ke sana tapi pesawat tidak ada. Kemudian dijanjikan akan segera datang, hingga akhirnya klien kami melakukan langkah hukum, untuk lakukan laporan ke Polda Metro Jaya," ujarnya.

Gilbert tak tahu soal status Sapto saat ini apakah masih menjabat Ketua Kadin Bandara Soetta atau tidak. Menurutnya, masa jabatan tersebut biasanya lima tahun.

"Sampai detik ini saya kurang tahu mengundurkan atau tidak. Tapi menurut pengakuan tersangka, kalau Kadin kan lima tahun sekali, dia menjabat 2015 dan masa bakti sampai 2020," ucapnya.




Tonton juga 'Buron 3 Tahun, Pelaku Penyerobotan Tanah Ditangkap':



(knv/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed