Akibat Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan ke Medan Ditunda

Akibat Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan ke Medan Ditunda

- detikNews
Minggu, 14 Agu 2005 23:32 WIB
Medan - Kabut asap akibat kebakaran hutan menyelimuti sebagian wilayah Sumatera Utara, seperti di Tebing Tinggi, Deli Serdang, Asahan dan Langkat. Jarak pandang terus memburuk, hingga Minggu (14/8/2005) sore, hanya mencapai 300 meter. Sejumlah penerbangan menuju Bandara Polonia Medan terpaksa ditunda karena pesawat sulit mendarat. Di Medan kabut asap menyebabkan suasana kota gelap sejak pagi. Menjelang malam kabut makin menebal. Pada sejumlah ruas jalan protokol, kendaraan terpaksa berjalan lebih lamban untuk menghindari kecelakaan. Hal itu terlihat di Jalan Sisingamangaraja dan Brigjen Katamso. Data yang diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Polonia Medan menyebutkan, asap yang menyelimuti Medan berasal dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Riau.Pantauan dari satelit menunjukkan, saat ini titik api (hot spot) yang menjadi sumber asap relatif mengecil, tinggal 19 titik api dari ratusan sebelumnya. "Namun pusaran angin yang bergerak dari tenggara menuju utara menyebabkan sisa asap kebakaran hutan yang menggumpal di udara, menuju ke wilayah SumateraUtara dan Aceh," kata Firman AMG, Ketua Kelompok Analisa dan Ramalan BMG Polonia Medan, di Medan, Minggu (14/8/2005) sore.Firman menyebutkan, ketebalan asap menyebabkan jarak pandang menurun sejak pagi. Pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 Wib, jarak pandang (visibilitily) antara 1.000 hingga 1.200 meter. Namun pada Minggu sore, jarak pandang menurun hingga mencapai 300 meter saja.Kondisi ini menyebabkan sejumlah penerbangan yang seyogyanya mendarat di Bandara Polonia Medan, terpaksa mengalami penundaan. Salah satunya penerbangan dari Banda Aceh. Namun secara umum kabut asap belum mengganggu jadwal keberangkatan.Kepala Cabang Angkasa Pura II Polonia Medan, Kolonel (Pnb) Adi Supranto menyebutkan, pihaknya belum menetapkan penutupan bandara karena kondisi masih dianggap aman untuk jalur penerbangan. Namun antisipasi berbagai kemungkinan sudah dilakukan. (san/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini