12 Orang Ditahan Terkait Pembunuhan Menlu Sri Lanka
Minggu, 14 Agu 2005 22:56 WIB
Jakarta - Aparat keamanan Sri Lanka menahan 12 tersangka terkait dengan kerusuhan dan pembunuhan Menteri Luar Negeri negara tersebut. Ke-12 orang tersebut merupakan kelompok minoritas suku Tamil. Sebagaimana dilaporkan Associated Press (14/8/2005), Juru bicara Menteri Keamanan Sri Lanka Daya Ratnayake mengatakan, sejumlah aparat gabungan polisi dan tentara dikerahkan untuk mencari tersangka di ibukota Kolombo. Sebelas laki-laki dan satu perempuan dari suku Tamil yang ditahan kini sedang diinterogasi. Keadaan darurat langsung diumumkan dalam beberapa jam setelah Menlu Lakshman Kadirgamar dibunuh Jumat lalu. Beberapa pejabat tinggi Sri Lanka mengatakan, pembunuhan tersebut merupakan kemunduran terhadap proses damai yang sedang diusahakan. Walaupun belum dapat dipastikan apakah kelompok pemberontak Macan Tamil berada dibalik pembunuhan tersebut. Pihak pemerintah Sri Lanka sendiri masih akan tetap menjalankan gencatan senjata dengan gerilyawan. Salah seorang tokoh partai politik Tamil National Alliance, parpol yang beraliansi dengan pemberontak, mengatakan pembunuhan tersebut diakibatkan proses perdamaian yang tidak berjalan. "Pemerintah harus mengambil segala upaya untuk memulai kembali pembicaraan damai. Hanya hal ini yang akan meneruskan proses perdamaian dan menghentikan pembunuhan," ujar Kanagalingam Sivajilingam.Macan Tamil mulai memberontak sejak 1983 untuk mendirikan negara terpisah bagi suku Tamil. Tindakan ini dilakukan karena adanya diskriminasi oleh suku mayoritas Sinhalese. Sekitar 65.000 orang terbunuh dalam perang sipil sebelum gencatan senjata tahun 2002 lalu. Pembicaraan damai juga beberapa kali gagal karena pemberontak meminta otonomi yang lebih luas.
(san/)











































