DetikNews
Kamis 20 September 2018, 01:53 WIB

Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief mengatakan, media asing Asia Sentinel yang berbasis di Hong Kong, telah meminta maaf atas artikel yang menyeret nama Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan maaf itu ditujukan langsung ke SBY dan PD.

"Akhirnya John Berthelsen (editor Asia Sentinel-red) dan Asia Sentinel meminta maaf pada SBY dan Partai Demokrat," kata Andi Arief lewat pesan singkat, Kamis (20/9/2018).

Namun Andi menegaskan, persoalan PD dengan Asia Sentinel tidak berhenti begitu saja. PD akan mencari pihak yang dianggap menyebar info soal kasus Bank Century yang dimuat oleh Asia Sentinel.


"Ini belum selesai, pihak dalam negeri yang menyebarkan info fitnah akan kami kejar

Andi mengatakan, PD menghargai permintaan maaf dari Asia Sentinel. Namun, dia mengatakan pihaknya saat ini mendatangi Hong Kong, Mauritius dan Amerika Serikat untuk 'mengejar' pihak Asia Sentinel.

"Kita menghargai permohonan maaf ini. Namun tiga tim yang berangkat ke Hong Kong, Mauritius dan Amerika tetap jalan," katanya.


Sementara itu, di satu sisi pihaknya tetap berharap Dewan Pers bisa mengimbau media di Indonesia yang mengutip berita Asia Sentinel untuk meminta maaf.

"Sementata kita tetap berharap Dewan Pers membantu agar mengimbau media-media yang telah mengutip berita fitnah itu ikut memohon maaf dengan memuat pernyataan maaf dari Asia Sentinel itu," katanya.

Andi juga menambahkan, Sekjen PD HInca Panjaitan juga tengah berada di Hong Kong untuk mendapatkan informasi kebenaran artikel yang dimuat Asia Sentinel. Bahkan, pihak PD juga akan meminta bantuan Dubes RI di Amerika Serikat untuk menuntaskan persoalan itu. "

"Hinca sekjen sudah berada di Hong Kong, besok akan konferensi pers. Ke Mauritius untuk mendapatkan informasi apakah benar berita bahwa sudah ada gugatan atau belum. Sementara ke Amerika ingin meminta bantuan dubes Indonesia untuk memediasi dengan John Berthelsen yang warga negara Amerika," jelasnya.


Sementara itu, Asia Sentinel sendiri telah memuat permohonan maaf itu di websitenya www.asiasentinel.com. Dalam keterangannya, Asia Sentinel mengakui telah membuat tuduhan yang tidak adil terkait dengan kasus Bank Century.

Berikut permintaan maaf Asia Sentinel:

Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang terbit pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, kami secara tidak adil melakukan banyak tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung mengenai dampak dari Bank Century.

Kami mengakui bahwa kami tidak mencari pendapat yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu. Artikel itu juga hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil. Ini juga menjadi berita utama yang memanas dan tidak adil bagi mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Kami telah menarik berita dari situs web Asia Sentinel, tetapi kami lebih lanjut ingin meminta maaf sepenuhnya dan tegas kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina oleh artikel tersebut. Dan lebih dari itu kepada rakyat Indonesia untuk penghinaan yang mungkin kami timbulkan dengan cerita itu.

Kami sangat menyesalkan rasa sakit yang telah diakibatkan oleh penghakiman keadilan ini.

Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan perbedaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia.




Saksikan juga video 'Singgung Pemberitaan Asia Sentinel, SBY: Akan Kita Kejar ke Ujung Dunia':

[Gambas:Video 20detik]


(jor/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed