Rendra:
Hakim PT Jabar Tak Punya Logika
Minggu, 14 Agu 2005 16:10 WIB
Depok - Penyair WS Rendra ikut bersuara terhadap sengketa Pilkada Depok. Menurut Rendra, hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat (Jabar) tidak mempunyai logika sehingga mengeluarkan putusan yang salah. Pendapat itu disampaikan Rendra dalam orasi aksi keprihatinan dan protes atas keputusan PT Jabar yang menganulir kemenangan Walikota Depok terpilih, Nurmahmudi Ismail, di Lapangan Parkir, dekat bekas pertokoan Goro, Jalan Margonda Raya, Depok, Minggu (14/8/2005). Rendra mempertanyakan keputusan hakim memberikan 60 ribu suara orang yang tidak memilih kepada Badrul Kamal. Menurutnya, karena calon Walikota Depok yang bersaing ada 5 orang maka suara itu harus dibagi lima. "Harusnya suaranya dibagi lima. Ini logika dasar. Apa hakim-hakim itu pernah lulus ujian SMP?" kata Rendra. Sedikitnya dua ribu warga Depok berkumpul ikut aksi memprotes keputusan PT Jabar itu. Mayoritas peserta aksi mengenakan baju putih-putih. Hadir pula dalam aksi itu, Walikota Terpilih Nurmahmudi Ismail dan perwakilan dari agama Nasrani yang turut menyatakan keprihatiannya.Beberapa spanduk dari parpol lain yang mendukung Nurmahmudi juga terpasang. Yang agak aneh ada spanduk dari Golkar padahal partai ini dulunya menjagokan Badrul Kamal. 'Jika Badrul Tetap Arogan, Golkar Akan Dicueki Rakyat Akhirnya Ambruk," demikian bunyi spanduk yang berlogo Golkar yang terpasang di lapangan Goro itu.
(iy/)











































