Ledakan Ciputat, Pegawai Dephan Tak Simpan Bahan Peledak
Minggu, 14 Agu 2005 14:51 WIB
Jakarta - Sumber ledakan di rumah Haji Nasiman, pegawai Dephan hingga kini masih misterius. Nasiman di Dephan hanya menjadi pegawai sipil. Putra Haji Nasiman, Afid Firmansyah, memastikan ayahnya tak pernah menyimpan bahan peledak. "Gak ada (bahan peledak)," kata Afid saat ditanya wartawan kemungkinan ayahnya membawa pulang bahan peldak di rumahnya, Perumahan Gunung Indah V nomor 22, Rt 1 RW 11, Cirendeu, Ciputat, Jakarta Selatan, Minggu (14/8/2005).Afid juga merasa tak ada motif rumahnya dijadikan sasaran ledakan. Menurutnya, selama ini ayahnya baik-baik saja dan tidak punya musuh. "Nggak ada yang dicurigai. Bapak selama ini baik-baik saja," kata Afid.Apa penyebab ledakan, Afif juga tak tahu. Di ruang bagian belakang yang meledak itu hanya berisi motor, sepatu dan mesin cuci. Tempat itu memang dekat dengan dapur yang menggunakan tabung gas. "Kalau gas gak mungkin. Motor juga nggak bakal meledak,' kata putra Nasiman itu. Lelaki berumur 23 tahun itu tampak kebingungan dan shock. Bahkan Afid sempat terisak saat ditanya kejadian sebenarnya. "Adik saya masih shock. Saat kejadian dia kan ada di rumah," jelasnya dengan mata sembab. Ledakan di rumah Haji Nasiman terjadi pukul 09.30 WIB. Saat kejadian Haji Nasiman, bersama sitri dan Afid sedang melakukan gerak jalan memperingati kemerdekaan RI ke-60. Di rumah itu hanya ada dua anak Nasiman lainnya yakni Ajak Ardeansyah, putra pertama Nasiman dan anak bungsu Nasiman, Ade Angga Lesmana.Tak ada korban dalam ledakan itu. Ledakan menyebabkan kamar bagian belakang yang biasa dipakai untuk tempat pencucian dan penyimpanan sepatu, rusak. Tembok bagian belakang kamar itu ambrol, bagian samping kanan dan kiri retak-retak. Sementara atap yang terbuat dari asbes hancur berhamburan. Ledakan juga menyebabkan kaca rumah Nasih, ibu Nasiman, yang letaknya di belakang rumah pegawai Dephan itu, pecah.
(iy/)











































