Nurmahmudi Imbau PPK di Depok Beri Kesaksian
Minggu, 14 Agu 2005 13:24 WIB
Jakarta - Nurmahmudi Ismail, calon walikota Depok yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kota Depok yang dituduh melakukan penggelembungan suara untuk membantah dan memberikan kesaksian. Calon walikota Depok yang dipecundangi oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat ini bahkan mengungkapkan, ada orang tak dikenal yang mengancam anggota PPK untuk mengakui adanya penggelembungan suara."Hak anda dilindungi. Kita giat bersama-sama dengan polisi untuk melindungi saudara dari intimidasi dan teror," kata Nurmahmudi yang juga mantan Presiden PKS ini, usai acara Doa Bersama dan Ungkapan Keprihatinan Masyarakat Depok di Lapangan Parkir Bekas Pertokoan Goro, Jalan Margonda Raya, Depok, Minggu (14/8/2005).PPK yang dituduh melakukan pengelembangun suara oleh pihak Badrul Kamal itu adalah PPK Cimanggis, PPK Sukmajaya, PPK Pancoran Mas, PPK Sawangan dan PPK Beji. Khusus untuk PPK Beji saat ini telah terlebih dulu menolak adanya penggelembungan suara dengan memberikan kesaksian.Saat ini, kata Nurmahmudi, PKS Kota Depok masih terus mengumpulkan data dan berencana untuk membawa data itu ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. "Mereka butuh informasi dan gambaran tentang kondisi dan proses pemilihan di Depok. Kami akan terus memberikan itu," katanya.Selain itu, PKS juga berencana untuk bertemu kembali dengan Mabes Polri. Pertemuan itu untuk memberikan informasi tambahan terkait dengan laporan DPD PKS sebelumnya soal saksi palsu yang dilakukan Panwas di Depok. "Mungkin pekan depan. Entah Senin atau Selasa," tukasnya.Ketua DPD PKS Kota Depok Tri Handoko yang ikut dalam cara itu juga menyempatkan diri membacakan pernyataan sikap warga Depok. Pernyataan sikap itu antara ain, dukungan terhadap pengajuan PK oleh KPUD Depok. MA juga harus meluruskan keputusan PT Jabar dan minta Komisi Yudisial melakukan investigasi terhadap hakim PT Jabar. "DPRD Kota Depok juga diimbau tidak melakukan intervensi," urainya."Kami terus mengadakan acara seperti ini hingga masalahnya selesai," janji Tri. Acara ini ditutup dengan aksi berjalan kaki ke depan Kantor Walikota Depok yang berjarak 50 meter dari lokasi acara. Ribuan orang tumpah ruah dalam acara ini
(mar/)











































