DetikNews
Rabu 19 September 2018, 19:37 WIB

Rektor dan Mahasiswa UIN Malang Deklarasi Antikorupsi Bareng KPK

Irwan Nugroho - detikNews
Rektor dan Mahasiswa UIN Malang Deklarasi Antikorupsi Bareng KPK Diskusi musikal antikorupsi Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di UIN Malang, Rabu (19/9/2018) Foto: Irwan Nugroho-detikcom
Malang - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Abdul Haris, Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), dan KPK melakukan deklarasi antikorupsi bersama. Deklarasi diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Malang.

Deklarasi digelar dalam roadshow Perkumpulan BHACA di UIN. Tur BHACA se-Pulau Jawa-Bali singgah di UIN Malang, Rabu (19/9/2018). Diskusi musikal antikorupsi sebelumnya digelar di kampus-kampus di Jakarta, Tangerang, Semarang, Yogyakarta, Salatiga dan akan berlanjut ke Jawa Timur dan Bali.

Deklarasi antikorupsi dibacakan Ketua BEM UIN Malang Naufal Ardiansyah diikuti 500-an mahasiswa yang memenuhi gedung Sukarno. Ada juga penasihat KPK Budi Santoso, Dewan Pengurus Harian Perkumpulan BHACA Shami Ranti, serta Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo.





 Diskusi musikal antikorupsi Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di UIN Malang, Rabu (19/9/2018) Diskusi musikal antikorupsi Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di UIN Malang, Rabu (19/9/2018) Foto: Irwan Nugroho-detikcom



"Kami bangsa Indonesia, bertekad membebaskan Indonesia dari korupsi," demikian penggalan deklarasi yang dibacakan Naufal.

Deklarasi terasa spesial, karena UIN Malang menjadi satu-satunya universitas Islam negeri yang menerima tawaran BHACA untuk menggelar diskusi antikorupsi. Selain itu, dari sekian kampus yang telah dikunjungi BHACA, hanya UIN Malang yang 'berani' menggelar deklarasi antikorupsi.

Haris mengatakan, ke depan, pihaknya memang akan menggandeng kerjasama konkret dengan KPK. Menurut informasi yang diperoleh detikcom, UIN akan meminta pendampingan KPK dalam pembangunan gedung baru berbentuk tulisan Arab "Bismillah" seluas 100 hektare di wilayah Batu, Malang.




"Saya sampaikan, bahwa ke depan akan ada MoU antara UIN dan KPK, agar kampus ini bebas dari korupsi. Bagaimana agar tidak terjadi korupsi dan berhati-hati dalam menggunakan anggaran, kami akan meminta arahan dari KPK," kata Haris dalam sambutannya.

Sementara Budi Santoso mengatakan, korupsi di Indonesia meningkat terakhir ini dan harus menjadi perhatian bersama. KPK tidak bisa bekerja sendirian, karena kekurangan sumber daya manusia. Untuk negara sebesar Indonesia, KPK hanya punya staf 1.527 orang.

"Karena itu, saya berharap pastisipasi masyarakat, terutama kampus, dalam pemberantasan korupsi ini," ujarnya.

Selain deklarasi, acara diskusi musikal yang menghadirkan band Sisters In Danger berlangsung cukup seru. Beberapa lagu musisi kondang Iwan Fals yang berisi sindiran terhadap perilaku buruk para pejabat pun dimainkan, seperti Wakil Rakyat, Bongkar, Bento, dan lain-lain.





Rektor dan Mahasiswa UIN Malang Deklarasi Antikorupsi Bareng KPKFoto: Irwan Nugroho-detikcom



Dan yang tak lupa lagu tentang sosok proklamator RI Mohamad Hatta berjudul Bung Hatta. Lagu menyayat hati itu diputar beriringan dengan slide tentang sosok Bung Hatta yang jujur, sederhana, dan bertanggungjawab. Banyak contoh sikap hidup Bung Hatta yang patut menjadi teladan dalam menumbuhkan perilaku bersih korupsi.

"Saya adalah salah satu pendiri (BHACA). Kita ada 15 orang, yang telah berpulang 2. Kami sudah di atas 60 tahun umurnya. Jadi kami ke sini dengan niat tulus agar generasi-generasi muda ini meneruskan inspirasi Bung Hatta. Saya harap Bung Hatta-Bung Hatta kecil lahir di Malang," stutur Shami.
(irw/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed