DetikNews
Rabu 19 September 2018, 19:26 WIB

Kasus Perempuan Muda Dijual ke China, Polri: Sudah Ada 4 Tersangka

Audrey Santoso - detikNews
Kasus Perempuan Muda Dijual ke China, Polri: Sudah Ada 4 Tersangka Ilustrasi pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Polri menyatakan pihaknya sudah menangani kasus perdagangan perempuan muda ke China yang dipublikasikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saat ini polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

"Penanganan kasus tersebut oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat. Kejadian 27 Juni 2018, saat ini sudah ditetapkan 4 orang tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).


Dedi menerangkan identitas keempat tersangka berinisial TDD, YH, GC dan TM. Tersangka GC merupakan warga negara China.

"TDD, YH, GC ditahan. GC adalah warga China, untuk tersangka TM masih dalam pengembangan," ujar Dedi.

Berbeda dengan data PSI, lanjut Dedi, Polda Jawa Barat mencatat korban berjumlah 12 perempuan muda. Dari 12 korban, dua orang berusia di bawah umur. Seorang korban berhasil melarikan diri saat hendak dibawa ke China.


"Adapun korban 12 orang dan dua orang di bawah umur. Saat ini korban 11 orang masih di China dan 1 berhasil melarikan diri atau tidak berhasil dibawa ke China oleh sindikat tersebut," terang mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini.

Dedi menuturkan penyidik masih mengembangkan kasus perdagangan perempuan ini. "Kasusnya masih dalam pengembangan, mengingat tersangkanya ada yang dari WNI dan WNA China, dan korban-korban sebagian besar ada di China," tutur Dedi.

Terhadap keempat tersangka, Polri menerapkan Pasal 2, 4, 6, 10, 11 UU RI Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Pasal 88 UU RI Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.


Langkah-langkah yang telah ditempuh penyidik, lanjut Dedi, adalah penyelesaian berkas kasus, berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter).

"Dilakukan penyelesaikan BAP (berita acara pemeriksaan), berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri, Kemenlu, Kedubes China, IOM, dan Direktorat Jenderal Imigrasi," sambung Dedi.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan ada 16 WNI yang dijual ke China untuk dikawin kontrak. Mereka masih disekap dengan keadaan yang memprihatinkan.


Grace mengatakan kebanyakan WNI yang dijual ke China masih di bawah usia 30 tahun. Bahkan ada yang di bawah umur.

"Sekarang kondisinya memprihatinkan, mereka disekap diberi makan lewat jendela, ada foto menunjukkan luka. Waktu ngobrol di atas ada foto luka di kepala, ada juga keponakan Ibu Yuni yang baru operasi caesar 4 bulan, sekarang dipaksa menikah berhubungan seks. Jadi kondisi memprihatinkan dan mereka terjebak di negara jauh, nggak bisa pulang," katanya.
(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed