DetikNews
Rabu 19 September 2018, 17:54 WIB

Kader Dukung Jokowi, PAN Minta Kepala Daerah Tak Deklarasi Dukungan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kader Dukung Jokowi, PAN Minta Kepala Daerah Tak Deklarasi Dukungan Sekjen PAN Eddy Soeparno (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - PAN memberikan toleransi kepada Bupati Pesisir Selatan sekaligus Ketua DPD PAN Pesisir Selatan Hendrajoni mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Meski begitu, PAN menyayangkan keterlibatan Hendrajoni dalam deklarasi dukungan.

"Kepala daerah sebaiknya juga tidak terlibat dalam proses dukung-mendukung salah satu pasangan kandidat dalam Pilpres 2019," Sekjen PAN Eddy Soeparno dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (19/9/2018).


Apalagi, kata Eddy, partainya telah bersikap tegas tidak akan melibatkan kepala daerah sebagai juru kampanye maupun timses. Hal itu sebagaimana kebijakan Koalisi Indonesia Adil Makmur, yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kami ingin para kepala daerah fokus bekerja dan menunaikan janjinya kepada para pemilih. Tugas mereka sangat berat, di tengah situasi perekonomian nasional yang terus melemah," ujarnya.

Eddy menjelaskan alasan partainya tak mengikutsertakan kepala daerah. Proses panjang Pilpres 2019 ini berpotensi mengganggu tugas utama kepala daerah.

"Kami khawatir tugas utama memimpin daerah menjadi terbengkalai," ujar Eddy.


Kendati demikian, larangan ikut serta menjadi jurkam maupun timses bukan harga mati. Kepala daerah, kata Eddy, wajib mengajukan permohonan ke DPP jika ingin terlibat dalam Pilpres 2019.

"Apabila ada pengajuan permohonan, akan kami bahas dalam dalam rapat DPP terlebih dahulu. Tapi sejauh ini belum ada satu pun kepala daerah yang mengajukan permohonan untuk menjadi jurkam maupun timses," tuturnya.

Sejumlah kepala daerah di Sumbar mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf di Padang, Sumatera Barat, Selasa (18/9) petang. Salah satunya adalah Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

Menanggapi itu, anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menegaskan partainya hingga saat ini belum mengambil keputusan terhadap perbedaan sikap dari segelintir kadernya itu, termasuk Hendrajoni. Namun ia menegaskan selama ini partainya sangat demokratis.

"Pada saatnya nanti ada keputusan tertentu dari pengurus harian DPP terkait hal ini. Namun selama ini PAN amat sangat demokratis. Masih bisa menoleransi aspirasi yang berbeda dari sebagian kecil kader," katanya.

Apalagi, kata Dradjad, ada sejumlah kader yang juga kepala daerah menyampaikan ketakutannya hingga memutuskan berbeda pandangan.

"Sebagian dari mereka, khususnya yang menjadi kepala daerah, sudah melaporkan 'ketakutan' mereka. Saya tidak usah memerinci apa yang membuat mereka takut," ujar Dradjad.
(mae/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed