SBY: Dengan Kerukunan dan Toleransi Kita Akan Maju

SBY: Dengan Kerukunan dan Toleransi Kita Akan Maju

- detikNews
Minggu, 14 Agu 2005 11:47 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi di tengah perbedaan yang ada di antara masyarakat Indonesia. Kerukunan dan toleransi akan membawa bangsa Indonesia pada kemajuan. "Dengan kerukunan dan toleransi kita akan maju," kata SBY dalam rangkaian upacara Hari Pramuka ke-44 di Lapangan Gajah Mada, Cibubur, Jakarta, Minggu (14/8/2005). Pernyataan itu disampaikan SBY dalam telewicara dengan peserta kemah bakti "Membangun Aceh Kembali" di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kerukunan dan toleransi, tegas SBY, sangat dibutuhkan bangsa Indonesia untuk meneruskan pembangunan dan memajukan bangsa. Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) dinilai mampu menanamkan kerukunan dan toleransi kepada anggotanya. Maka itu Presiden meminta agar Pramuka terus dilaksanakan di berbagai tingkat pendidikan. "Keberadaan lembaga ini penting untuk menanamkan rasa percaya diri dan cinta tanah air. Dalam kegiatan kepramukaan selain melatih jiwa dan raga anggotanya juga ada ditumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan," tandas SBY. Sementara itu dalam telewicara yang berlangsung sekitar 10 menit, Presiden berdialog langsung dengan beberapa orang peserta kemah bakti yang berasal dari Kepulauan Seribu, Aceh dan Riau. Para anggota Pramuka itu meminta izin memanggil SBY dengan sebutan kakak, sebutan yang lazin digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua dalam Pramuka. Menanggapi permintaan itu SBy pun tertawa tergelak. "Boleh, boleh, boleh," katanya sejurus kemudian. Kemudian salah seorang di antara peserta meminta Presiden untuk ikut berkemah bersama mereka di NAD. SBY menolak permintaan itu secara harus dengan menyatakan masih banyak kesibukan yang harus dilakukan Presiden. "Insya Allah nanti bisa ketemu. Kakak harus berkeliling ke seluruh Indonesia.Setelah tsunami kakak sudah tujuh kali ke Aceh," katanya. Kemah Bakti Membangun Aceh Kembali di Desa Neuheun, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diikuti 600 peserta dari dalam dan luar negeri. Selama satu bulan mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi di beberapa lokasi di wilayah NAD. Kegiatan yang akan dilakukan antara lain pembangunan sarana sanitasi, perbaikan tambang, penghijauan, perpustakaan dan trauma Center. Presiden memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan Pramuka itu. Dikatakan, meskipun Badan Rehabilitasi dan Rekonsiliasi (BRR) dan lembaga-lembaga lain juga melakukan pembangunan, namun yang dilaksanakan Pramuka tetap mempunyai nilai khas. Pembangunan itu mempunyai nilai khas karena dilaksanakan oleh generasi muda yang cinta tanah air dan punya kepedulian. (iy/)


Berita Terkait