DetikNews
Rabu 19 September 2018, 15:43 WIB

Potong Bebek Angsa: Dari Asian Games 1962, Film, sampai Fadli Zon

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Potong Bebek Angsa: Dari Asian Games 1962, Film, sampai Fadli Zon Fadli Zon (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Lagu anak-anak 'Potong Bebek Angsa' kini jadi perbincangan setelah Wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra, Fadli Zon, mengubah liriknya. Lagu Potong Bebek Angsa sendiri punya sejarah yang panjang.

'Potong Bebek Angsa' dikenal sebagai lagu yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Beberapa referensi menulis pencipta lagunya adalah 'NN' alias No Name atau anonim, tapi ada pula yang menulisnya sebagai ciptaan Pak Kasur.



Pada 1962, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games untuk pertama kalinya. Waktu itu adalah Asian Games keempat.

Sama seperti Asian Games 2018, ketika itu pun Indonesia menyiapkan beragam suvenir. Salah satu suvenir tersebut adalah vinyl atau piringan hitam lagu-lagu daerah.

Dikutip dari BBC Indonesia, Koordinator Produksi Lokananta Bemby Ananto mengatakan lagu-lagu daerah itu dirangkum oleh Presiden Sukarno. Lagu-lagu itu dimainkan oleh kelompok orkestra Lokanada dengan pimpinan B.Y. Supardi.

"Piringan hitam ini ukurannya 10 inci, jadi maksimal lagu yang dimasukkan sebanyak delapan lagu dan setiap sisi berisi empat lagu," kata Bemby.



Pada sampulnya, ada logo Asian Games 1962 dan tulisan hitam 'The 4 Fourth Asian Games'. Di bagian lainnya ada tulisan 'Souvenir from Indonesia'.

Piringan hitam suvenir Asian Games 1962.Piringan hitam suvenir Asian Games 1962. (Foto: BBC)


Lagu 'Potong Bebek Angsa' masuk ke bagian pertama piringan hitam tersebut. Selain itu, ada lagu 'Ajo Mama', 'Lenggang-lenggang Kangkung', 'Seringgit Dua Kupang', dan lain sebagainya.

Pada 2012, Falcon Pictures memproduksi film berjudul 'Potong Bebek Angsa'. Film bergenre komedi tersebut menceritakan 3 pemuda yang dikejar-kejar gembong mafia. Soundtrack dari film ini adalah 'Potong Bebek Angsa', yang dinyanyikan oleh 'Super Senior', yang digawangi komedian Sule, Andre, Parto, dan kawan-kawan.

Kini lagu 'Potong Bebek Angsa' menjadi amunisi politik Fadli Zon menjelang Pilpres 2019. Dia mengubah liriknya menjadi bernuansa politis sehingga menuai kontroversi. Begini liriknya versi Fadli Zon:

Potong bebek angsa
Masak di kuali
Gagal urus bangsa
Maksa dua kali
Takut diganti
Prabowo-Sandi
Lalalalalala lalalala

Adapun lirik asli lagu 'Potong Bebek Angsa' adalah sebagai berikut:

Potong bebek angsa
Masak di kuali
Nona minta dansa
Dansa empat kali
Sorong ke kiri
Sorong ke kanan
Lalalalala la lalala lala
(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed