DetikNews
Rabu 19 September 2018, 13:55 WIB

Honor TPP Belum Cair, Karyawan RSUD Pekanbaru Terbelit Utang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Honor TPP Belum Cair, Karyawan RSUD Pekanbaru Terbelit Utang
Pekanbaru - Honor tambahan penghasilan pegawai (TPP) seribuan karyawan RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, selama tiga bulan belum cair. Akibatnya, pegawai banyak terlilit utang.

"Para karyawan kini banyak terbelit utang, terutama para perawat. Sudah tiga bulan dana TPP tidak dibayarkan pihak manajemen rumah sakit," kata dr Burhannuddin, karyawan senior di RSUD Arifin Achmad, kepada detikcom, Rabu (19/9/2018).

Karena belum cairnya uang TPP, katanya para perawat kini terbelit utang. Sebab, selama ini mereka menggunakan dana TPP untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

"Kan mereka selama ini berani mengambil utang karena ada yang diharapkan selain gaji pokok, yaitu dana TPP. Sekarang dana TPP sudah tiga bulan tak dibayar, tentu mereka harus mengutang ke sana-kemari untuk menutupi utang juga," kata Burhannuddin.


Para PNS di RSUD Arifin Achmad, kata Burhan, rata-rata setiap bulan menerima dana TPP sebesar Rp 3 juta. Dana itulah yang dipakai sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

"Padahal rumah sakit milik pemerintah daerah lainnya tidak pernah telat. Pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi yang sama pernah terjadi di tempat kami ini," kata Burhan.

Para karyawan berharap, pihak manajemen segara mencairkan dana TPP tersebut. Sebab, satu-satunya instansi Pemprov Riau yang belum menerima dana TPP adalah RSUD Arifin Achmad.

"Padahal di RSUD itu kan sifatnya pelayanan langsung ke masyarakat, bukan seperti instansi lainnya yang hanya soal administrasi. Kami di sini pelayanan langsung ke masyarakat, tapi di tempat ini juga paling telat bayarnya," kata Burhan.

Pihak karyawan tidak akan iri hati bila memang kondisi keuangan Pemprov Riau mengalami defisit.

"Kalau memang Pemprov Riau defisit dan tak ada anggaran, mungkin karyawan akan maklum. Tapi keterlambatan ini kan hanya di RSUD Arifin Achmad saja, instansi lain sudah terima dana TPP," kata Burhan.


Direktur RSUD Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedy, tidak membantah hal itu. Menurutnya, keterlambatan pembayaran karena masih proses input seluruh data karyawan.

"Kan masing-masing karyawan TPP-nya berbeda-beda. Ini berdasarkan di mana dia ditugaskan. Antara perawat di ruangan biasa dan perawat di bagian operasi atau ICU kan beda-beda nilai TPP-nya. Inilah yang masih kita hitung. Semoga dalam waktu dekat bisa kita selesaikan," kata Nuzelly.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed