DetikNews
Rabu 19 September 2018, 13:29 WIB

Bukan Ukur Tanah, Ini yang Dilakukan WN China di Bekasi yang Viral

Jabbar Ramdhani - detikNews
Bukan Ukur Tanah, Ini yang Dilakukan WN China di Bekasi yang Viral Video diduga WN China mengukur tanah di Jatimulya, Bekasi (Foto: Screenshot video viral)
Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China menjelaskan pekerja proyek di Jatimulya, Bekasi, yang videonya viral bukan sedang mengukur tanah. Para pekerja yang merupakan WNI dan WN China tersebut sedang melakukan review control point.

"Control point ini bisa disebut juga benchmark. Penjelasan awamnya adalah memastikan desain konstruksi sudah sesuai dan tepat. Jadi bahasanya bukan pengukuran tanah. Control point ini adalah titik untuk melakukan pengontrolan saja, tidak dibangun apa-apa," ujar Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), Febrianto Wibowo, saat dihubungi, Rabu (19/9/2018).

Awalnya, para pekerja tersebut disebut sedang mengukur tanah. Tidak ada pihak yang mengetahui proyek yang sedang dikerjakan para pekerja itu.


Kemudian polisi sempat menyebut para pekerja mengerjakan proyek di tempat yang salah. Seharusnya para pekerja itu mengukur tanah di lokasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun tanah yang diukur dalam video viral merupakan tanah proyek LRT.

Febri mengatakan review control point memang dilakukan di luar trase (patok) jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung. Kontrol dilakukan bertahap.

"Kontrol itu kami laksanakan beberapa tahap, agar titik kontrolnya sama, kami tentukan titik-titik di luar trase (patok)," ucapnya.


Dari video yang beredar, warga sempat memprotes para pekerja. Sebab, warga merasa para pekerja tidak pernah minta izin saat memasuki wilayah mereka.

PT KCIC menyampaikan permohonan maaf karena pekerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Mereka akan memastikan semua pekerjaan lapangan akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dengan selalu berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait.

"Sebenarnya ini kan pekerjaan kontraktor ya. Kami akan koordinasikan dulu kepada pihak kontraktor apakah ada koordinasi atau belum, jika didapatkan hal belum koordinasi tentunya kami akan berikan teguran," ucap Febri.


PT KCIP menjelaskan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung telah berproses dalam pengerjaan sepanjang trase 142,3 km. Ruas sepanjang itu melintasi 96 Desa, 30 kecamatan, dan 9 Kota/Kabupaten sepanjang Jakarta hingga Bandung.

Sebelumnya diberitakan, video pengukuran tanah di daerah Jatimulya, Bekasi, ini viral di media sosial. Ketua RT Karta Sitepu yang ada dalam video mengatakan sengaja bertanya keras kepada para pekerja proyek karena pengukuran lahan dilakukan beberapa kali di wilayahnya dan tanpa disertai izin.

Hal senada diakui Lurah Jatimulya Charles Mardianus. Charles mengaku tidak menerima pemberitahuan dan tidak tahu soal proyek yang sedang dikerjakan.
(jbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed