DetikNews
Rabu 19 September 2018, 05:32 WIB

Episode Baru Drama Setya Novanto

Faiq Hidayat - detikNews
Episode Baru Drama Setya Novanto Koruptor kasus e-KTP, Setya Novanto. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Drama eks Ketua DPR Setya Novanto memasuki babak baru. Koruptor kasus e-KTP ini membuat sederet pembelaan soal temuan adanya sel mewah yang dihuni dirinya di Lapas Sukamiskin Bandung.

Kemewahan sel yang ditempati Novanto terkuak ketika Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tampak sel Novanto disebut luas, lalu setelah dicek berukuran 3x5 meter.


Lapas Sukamiskin mengklaim ada 40 sel serupa dari total 552 sel. Sel itu disebut sudah ada sejak Sukamiskin dibangun Belanda. Namun, Novanto menyebut selnya sangat sederhana.

Sel Novanto di Sukamiskin.Sel Novanto di Sukamiskin. Foto: (istimewa)

"Semua lihat sangat sederhana, hanya ada kasur sama meja hanya ukuran 40 sentimeter," aku Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Padahal sebelumnya, pada Juli 2018, Kemenkum HAM menggelar sidak ke Lapas Sukamiskin dan menemui Novanto menghuni sel yang bisa dibilang sederhana. Begitu masuk ke dalam sel Novanto, terlihat kamar yang begitu ditata rapi, kecil dan terkesan sederhana.


Tapi, ada beberapa hal yang dicurigai, salah satunya papan nama di pintu yang terkesan baru dipasang. Barang-barang yang berada di dalam sel Novanto juga tidak mencerminkan pribadi mantan Ketua DPR itu. Ada sejumlah parfum perempuan hingga cat rambut yang berharga murah. Apa kata Novanto?

Kondisi sel Novanto kala disidak Kemenkum HAM.Kondisi sel Novanto kala disidak Kemenkum HAM. (Foto: Dok. Mata Najwa-Trans7-Narasi)

"Justru dulu waktu masa orientasi, tentu belum dapat tempat dan dapat tempat demikian tentu gara-gara waktu di-ekspose, partisipasi, dan lapas menyetujui saya mendapatkan tempat," ucap Novanto.


Kini, Novanto menempati sel yang terkesan mewah di Sukamiskin. Sel tersebut dilapisi wallpaper serta segala furnitur yang memperlihatkan kesan mewah. Tapi Novanto membela diri.

"(Lapas) Sukamiskin sejak zaman Belanda 1918 sudah demikian dan ini sudah 100 tahun. Jadi itu memang tembok... kita pakai cover wallpaper, (sebelumnya) kayu tipis berbahaya karena debu. Apalagi saya punya (masalah) kesehatan, bisa paru-paru basah," ujar Novanto.



Saksikan juga video 'Heboh Sel Setnov, Berapa Luas Kamar Tahanan Seharusnya?':

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed