Menlu Dibunuh, Sri Lanka Umumkan Keadaan Darurat

Menlu Dibunuh, Sri Lanka Umumkan Keadaan Darurat

- detikNews
Minggu, 14 Agu 2005 00:18 WIB
Jakarta - Peristiwa pembunuhan terhadap Menlu Sri Lanka Lakshman Kadirgamar, membuat panik seluruh negeri itu. Bahkan, Presiden Sri Lanka Chandrika Kumaratunga langsung mengumumkan negara berada dalam keadaan darurat."Keputusan diambil untuk ketenangan dan mengendalikan keadaan," kata Chandrika, seperti dilansir BBC News, Sabtu (13/8/2005).Chandrika menganggap pembunuhan terhadap Kadirgamar, sebagai perbuatan sangat kejam dan pengecut. Pasca kematian Kadirgamar, Jumat (12/8/2005), tentara Sri Lanka memeriksa rumah-rumah dan kendaraan untuk mencari tersangka pembunuhan.Pembunuhan ini dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya proses perdamaian antara pemerintah Sri Lanka dengan pemberontak Macan Tamil. Militer Sri Lanka menuduh para pemberontak terlibat dalam peristiwa ini.Namun pihak Macan Tamil menolak tuduhan tersebut. Mereka justru balik menuduh, pihak militer Sri Lanka berada di balik peristiwa pembunuhan ini."Kami juga tahu ada faksi di dalam tentara yang memiliki agenda tersembunyi untuk menggangu proses gencatan senjata," kata salah seorang pemimpin politik Macan Tamil, Selvan.Kadirgamar (73) adalah seorang etnis Tamil yang pernah memimpin pemberontakan, namun kemudian mau berdamai dengan pemerintah. Polisi sampai saat ini telah menahan dan memeriksa tujuh orang tersangka terkait dengan pembunuhan tersebut.Peristiwa ini terjadi 1 hari setelah Macan Tamil mengeluarkan ancaman. Para pemberontak menyayangkan penolakan pemerintah untuk meredakan serangan, karena akan makin semakin memicu perang yang sudah berlangsung lebih dari 2 dekade. (fab/)


Berita Terkait