Pengamat: BBM Naik, Rakyat Miskin Jadi 80 Juta Orang

Pengamat: BBM Naik, Rakyat Miskin Jadi 80 Juta Orang

- detikNews
Sabtu, 13 Agu 2005 23:34 WIB
Jakarta - Dana kompensasi BBM selama ini belum dapat dirasakan rakyat miskin. Bahkan diperkirakan, rencana kenaikan harga BBM untuk sekian kalinya ini, akan menambah jumlah rakyat miskin di Indonesia. Waduh!"Sekitar 70-80 juta rakyat Indonesia akan menjadi miskin akibat naiknya harga BBM," ujar pengamat ekonomi INFID Wahyu Susilo, usai diskusi di Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (13/8/2005).Menurut Wahyu, rencana menaikkan harga BBM adalah keputusan yang sulit bagi pemerintah. Naiknya harga BBM akan meningkatkan inflasi sebagai efek domino, sementara daya beli masyarakat masih sangat kecil."Hal itu terjadi karena karena pemerintah tidak memberi ruang cukup untuk meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.Dana Kompensasi BBM Harus Masuk APBNWahyu menilai, dana kompensasi BBM untuk rakyat miskin selama ini masih kurang efektif, kerena tidak ada yang mengontrolnya. Untuk itu, pemerintah harus memasukkan dana tersebut ke dalam APBN agar DPR bisa memantaunya secara langsung."Kalau masuk APBN, parlemen bisa mengatur dan melakukan kontrol terhadap alokasi orang miskin ini," kata Wahyu.Jika pemerintah tidak bisa mengambil pilihan selain menaikkan harga BBM, maka pemerintah perlu merubah format APBN. Alokasi belanja sosial seharusnya diperbesar, sedangkan alokasi untuk pembayaran utang luar negeri harus diperkecil.Wahyu pun menyarankan, masalah utang Indonesia sebaiknya dinegosiasikan kembali dengan para negara debitur. Indonesia bisa meminta pemotongan ataupun pengurangan utang."Srilanka saja yang korban tsunaminya hanya 30 ribu orang dapat potongan utang dimana-mana, masa Indonesia tidak. Ini juga karena pemerintah sama sekali tidak pernah mengajukan pengurangan utang tersebut," keluh Wahyu. (fab/)


Berita Terkait