Perundingan Helsinki Sejajarkan Bendera RI dengan GAM
Sabtu, 13 Agu 2005 16:05 WIB
Jakarta - Perundingan damai RI-GAM di Helsinki, Finlandia, terus menuai kritikan. Bahkan dinilai telah menyejajarkan bendera Indonesia dengan GAM. Apa rela?"Saya pribadi tidak setuju dengan dialog informal itu. Kalau menyejajarkan bendera kita dengan GAM, berarti kita mengakui GAM sebagai sebuah negara yang resmi," kata pengamat politik Sukardi Rinakit.Hal ini disampaikan dia kepada wartawan usai acara diskusi tentang konflik pilkada di Kafe Mario's Place, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2005)."Dulu saja DI/TII disapu bersih. Kalau dialog informal RI-GAM bisa menghasilkan sesuatu yang konstruktif, lalu kenapa tidak transparan?" cetus Sukardi.Untuk itu, lanjutnya, sikap transparan merupakan suatu keharusan bagi pemerintah, yakni dengan merinci dan menjelaskan kepada publik tentang poin-poin kesepakatan dengan GAM.Sukardi juga mewanti-wanti pemerintah soal impor senjata. Menurutnya, pemerintah harus berani memberikan syarat kepada pemantau asing dan dalam negeri untuk mengawasi hal tersebut. "Jangan sampai timbul gerakan yang akan menimbulkan kerusuhan," ujarnya.Dijelaskan dia, persoalan impor senjata berkaitan dengan pengawasan yang intensif terhadap Selat Malaka, sehingga tidak terjadi pembelian senjata oleh GAM."Kalau itu terjadi, dan ada pemantau asing, kemudian GAM mengatakan kalau ini inisiatif TNI, maka internasional bisa mengusulkan referendum. Jadi kita harus hati-hati dan cerdik," tandas Sukardi.
(sss/)











































