Kubu Nur Mahmudi Tutup Mulut dengan Stiker Rp 50.000
Sabtu, 13 Agu 2005 14:58 WIB
Jakarta -
Pendukung Nur Mahmudi Ismail mogok bicara. Tak ada orasi dan hujan protes. Bibir mereka terkatup rapat dengan stiker uang Rp 50.000.Aksi ini digelar sekitar 200 aktivis Solidaritas Bersama Anti Penyuapan (Sorban) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Sabtu (13/8/2005).Para pendukung walikota terpilih Depok yang dianulir kemenangannya oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat ini tampak mengenakan koko dan peci.Dalam aksinya, mereka juga membentangkan lembaran kertas bertuliskan "Rest in not peace (mati penasaran) demokrasi di Depok". Tulisan ini ditunjukkan kepada setiap pengendara yang melintas di Bundaran HI.Selain itu, mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Om Badrul, engkong babe, encang, encing, aye kagak pernah pilih ente. Jangan jadi setan ngaku-ngakunye".Namanya juga aksi bungkam, massa pun menumpahkan orasi dalam selebaran yang dibagikan kepada setiap pengendara. Massa menuntut Komisi Yudisial menyelidiki fakta mengenai pertemuan antara majelis hakim yang menangani sengketa Pilkada Depok dengan pihak penggugat.Kepolisian diminta memeriksa saksi yang memberikan keterangan palsu dan menyeret mereka segera ke pengadilan. MA juga diminta menyelidiki sengketa Pilkada Depok.Jika tidak direalisasikan, maka ketiga lembaga itu dianggap telah melakukan perselingkuhan keji seperti yang dilakukan Pengadilan Tinggi Jawa Barat dengan penggugat Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad.Aksi berlangsung selama satu jam hingga pukul 14.30 WIB. Massa pun membubarkan diri dengan mengendarai puluhan motor.
(aan/)










































