Pembelaan Lapas Sukamiskin Soal Sel Istimewa Novanto

ADVERTISEMENT

Pembelaan Lapas Sukamiskin Soal Sel Istimewa Novanto

M Solehudin, Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 16 Sep 2018 21:31 WIB
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin (Foto: dok Istimewa)
Bandung - Keistimewaan sel koruptor e-KTP Setya Novanto dibongkar. Ukuran sel Novanto yang dianggap luas jadi persoalan.

Bermula dari inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman, terbongkarlah di mana Novanto menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung. Sel berukuran 3 meter x 5 meter menjadi hunian Novanto selama ini.

"Ruangan Pak Setnov (Setya Novanto) itu 300 cm-500 cm," ucap Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin Tejo Harwanto saat ditemui di kantornya.




Namun Tejo memastikan bila sel itu memang sudah ada sejak lapas itu dibangun Belanda. Sel dengan ukuran yang sama disebut Tejo ada sekitar 40 ruangan dari total 552 sel.

"Sejak 1918 itu sudah dikluster oleh bangsa Belanda. Ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kalau berdasarkan kluster itu ukuran besar itu jumlahnya 40 kamar yang seperti itu," sebut Tejo.

Di dalam sel Novanto, terdapat kasur yang dilapisi seprei berwarna putih. Tampak pula rak buku serta meja kerja lengkap dengan kursinya. Melongok ke arah kamar mandi, ada kloset duduk yang menurut Tejo memang sebenarnya sudah direncanakan ada di semua sel.

Dia mengklaim hampir 80 persen sel di Lapas Sukamiskin dilengkapi kloset duduk. Apa alasannya?

"Kloset duduk ada keuntungannya, karena pertama untuk orang-orang lansia karena 60 sampai 70 persen penghuni lapas ini berusia di atas 50 tahun, jadi kesulitan. Kedua kebersihan dan kesehatan, tapi ini ada di seluruh kamar mestinya seperti itu. Dan ini dalam penganggaran," katanya.

Selain itu, Tejo membela diri tentang dinding sel yang dilapisi wallpaper atau kertas dinding yang tampak mewah. Menurutnya, dinding sel dilapisi kayu untuk mengantisipasi rembesan air ketika hujan.




"Kelihatan mewah, memang itu kamarnya dilapisi kayu. Itu dulu karena berdampak apabila hari hujan. Itu dinding rapuh rembes, tapi dilakukan oleh masing-masing warga binaan," kata Tejo.

Terlepas dari itu, Tejo siap apabila nantinya dicopot dari jabatannya gegara itu. Dia hanya berharap semua orang dapat melihat masalah ini dengan kepala dingin.

"Kalau kita sudah berbuat, tiba-tiba dinilai buruk ya silakan saja. Saya siap (dicopot)," ujarnya. (dhn/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT