Kemlu Minta Penjualan Online PRT WNI di Singapura Diusut Tuntas

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 16 Sep 2018 14:07 WIB
Singapura selidiki 'penjualan' sejumlah 'PRT Indonesia' di situs niaga (Foto: BBC World)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI sudah tahu soal penjualan sejumlah PRT WNI melalui situs online di Singapura. Kemlu meminta kasus tersebut diusut secara tuntas.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Lalu M Iqbal mengatakan, pihaknya turut prihatin atas apa terjadi. Iqbal menyatakan Senin (17/9) besok KBRI akan langsung berkoordinasi dengan pihak Kemlu Singapura.

"KBRI sudah mengetahui kejadian ini. Karena itu, KBRI telah menyampaikan secara tertulis keprihatinan teehadap praktek tersebut kepada MOM (Kemenaker) Singapura," kata M Iqbal ketika dikonfirmasi, Minggu (16/9/2018).


"Besok pada hari kerja pertama, KBRI juga akan mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Singapura yang menyampaikan keprihatinan bahwa kejadian serupa sudah terjadi beberapa kali di Singapura, serta permintaan agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terhadap kasus ini," tuturnya.

Sebelumnya, kantor berita BBC melaporkan, MOM Singapura kini tengah menyelidiki kasus 'penjualan' sejumlah pembantu rumah tangga yang diduga dari Indonesia di situs niaga Carousell.

Melalui pernyataan di Facebook, kementerian tersebut mengaku "menyadari adanya kasus sejumlah pekerja rumah tangga dari luar negeri dipasarkan secara tidak patut di...Carousell".

"Kami tengah menyelidiki kasus ini, dan telah mengatur agar penawaran ini dicabut," sebut Kementerian Tenaga Kerja Singapura.


Surat kabar The Straits Times melaporkan bahwa penawaran itu diunggah pengguna bernama @maid.recruitment. Di dalamnya, terdapat beragam wajah sejumlah pembantu rumah tangga yang diduga berasal dari Indonesia.

Menanggapi kasus ini, juru bicara Carousell mengatakan kepada The Straits Times bahwa penawaran semacam itu tidak diperbolehkan dalam situs niaga mereka sebagaimana tercantum dalam panduan pengguna. (rna/imk)