Orang Gila Juga Kena Garuk Operasi Premanisme
Sabtu, 13 Agu 2005 01:47 WIB
Jakarta - Razia terhadap preman mulai gencar dilakukan aparat kepolisian. Namun rupanya tidak hanya preman, orang gila pun tidak luput digelandang ke markas polisi. Orang yang kurang waras berjenis kelamin wanita ini diangkut dalam operasi preman yang dilakukan Polsek Kebayoran Baru di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2005) malam.Tidak jelas dimana aparat menangkap perempuan itu. Yang jelas ia diangkut dalam satu mobil tahanan bersama 11 pengamen dan gelandangan yang tidak memiliki identitas. Dalam daftar nama 12 orang itu, tidak tercantum nama dan asal wanita itu. Hanya tertulis "No. 12. wanita stres". Diantara 12 orang itu juga ada seorang pengamen cilik ikut diciduk. Pengamen itu bernama Ade Firmansyah (12). Ade mengaku sedang tidur di salah satu halte di daerah Blok M. Ia pun lantas dibangunkan polisi dan disuruh masuk ke dalam mobil tahanan. Ade mengaku tinggal bersama orang tuanya di daerah Menteng Dalam. Ia juga belum tahu akan dibawa kemana. 'Penyanyi cilik' ini biasa mengamen dalam angkutan umum yang keluar masuk terminal Blok M.Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Tanti Septyani menyebutkan, 12 orang tersebut akan dibawa ke panti sosial di kawasan Kedoya untuk dimintai keterangan. "Yang tidak memiliki KTP akan kita serahkan ke kecamatan, sedangkan gelandangan akan diserahkan ke panti sosial di Kedoya," ujarnya. Menurut Tanti, penangkapan pengamen dilakukan untuk menjaring pengamen yang meminta uang dengan paksa kepada penumpang. Dalam operasi tersebut pengamen yang baru turun dari bus di terminal Blok M langsung ditangkap dan diminta memperlihatkan identitas. "Pengamen yang punya identitas akan didata dan langsung dilepas, yang tidak punya akan diserahkan ke kecamatan," tambahnya.
(ton/)











































