Pertemuan Tokoh Ciganjur Desak SBY Buka MoU RI-GAM

Pertemuan Tokoh Ciganjur Desak SBY Buka MoU RI-GAM

- detikNews
Jumat, 12 Agu 2005 20:40 WIB
Jakarta - Pertemuan Ciganjur mendesak pemerintah buka-bukaan. Apa yang dibuka? Nota kesepakatan atau MoU antara Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Para tokoh menyayangkan pelaksanaan perundingan di Helsinski, Finlandia. "Pemerintah tidak terbuka. Apa sih isinya MoU? Padahal tanggal 15 Agustus itu sudah dekat," kata Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, usai pertemuan di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2005).Tim Ciganjur menganggap, masih banyak hal yang disembunyikan dalam penyelesaian Aceh. Para tokoh ini mendesak pemerintah agar membuka diri ketika negosiasi dengan DPR. Sebab, persoalan Aceh menyangkut masa depan bangsa."Kita ini jelek-jelek punya anak buah di DPR. Memangnya kita kambing congek!!," kesal Gus Dur yang didampingi Megawati Soekarnoputri, Akbar Tandjung, Wiranto dan Try Sutrisno ini. Gus Dur yang didaulat menjadi juru bicara, mempertanyakan kebijakan pemerintah yang menggelar perundingan dengan GAM di luar negeri. Padahal, menurut Presiden RI keempat ini, konflik Aceh merupakan persoalan antar rakyat Indonesia. Jadi, tidak perlu diselesaikan di Helsinski, Finlandia. "Kalau tahu sikap kita (Tim Ciganjur), mereka (pemerintah) akan berpikir panjang," ungkap Gus Dur. Suami Shinta Nuriyah ini menceritakan, beberapa waktu lalu, sekitar 12 orang utusan rakyat Aceh menemui Gus Dur. Utusan ini terdiri dari beberaoa komponen masyarakat antara lain tokoh masyarakat, ulama, maupun mahasiswa. 12 Orang utusan Aceh ini mendukung insiatif pemerintah untuk mendamaikan Aceh. Asalkan tidak mengganggu perdamaian ataupun kedaulatan RI. "Kita tahu, bahwa apapun yang berasal dari pemerintah itu tidak bisa diterima. Kita juga tahu ada tv (stasiun televisi) yang dikuasai pemerintah," sesal Gus Dur tanpa menjelaskan tv yang dimaksud. Tokoh lain yang ikut nimbrung dalam pertemuan Ciganjur ini antara lain, Taufik Kiemas, tokoh malari, Hariman Siregar, aktivis Aliansi Penyelamatan Indonesia Noegroho Djajoesman dan mantan juru bicara kepresidenan di masa Gus Dur, Wimar Witoelar.Tim Ciganjur mengaku, hingga kini belum pernah diajak pemerintah untuk membicarakan persoalan Aceh. "Kita belum pernah diajak untuk bertemu, tidak ada undangan," kilah Kiyai Jombang ini. Senada dengan Gus Dur, Megawati Soekarnoputri memaparkan, dirinya belum pernah diundang SBY untuk membicarakan konflik di Aceh. Tapi, apakah Mega akan datang bila diundang SBY? "Dilihat dulu urgensinya apa, materinya apa, karena bentuk pertemuan itu bukan hanya sekedar silaturahmi," tukas Presiden RI kelima ini. Pada kesempatan lain, Gus Dur hanya menuturkan, belum lama ini ia pernah ke kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas. Dalam pertemuannya dengan Presiden, Gus Dur mengaku, SBY menjelaskan panjang lebar tentang permasalahan di Serambi Mekah itu. "Saya sih diam saja. Rakyat biasa sedang bicara di depan penguasa kok," ujar Gus Dur sambil tertawa.KampanyePertemuan Ciganjur menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain akan menggelar aksi kampanye di Nanggroe Aceh Darussalam. Tampil sebagai 'juru kampenya' perdana adalah Gus Dur. Sayangnya, Gus Dur enggan menyebutkan waktu pelaksanaan kampanye tersebut. "Kampanye yang akan kita lakukan dalam bentuk pidato," tambah Gus Dur. (ism/)


Berita Terkait