Kejagung Terkesan Menutupi-nutupi Kematian Umbu

Kejagung Terkesan Menutupi-nutupi Kematian Umbu

- detikNews
Jumat, 12 Agu 2005 18:46 WIB
Jakarta - Sikap tidak proaktif Kejagung untuk menelusuri penyebab meninggalnya Wakajati Sulawesi Tenggara (Sultra) Umbu Lage Lozara menimbulkan kesan sedang menutupi-nutupi sesuatu.Apalagi Kejagung selalu memberikan alasan bahwa pihak keluarga Umbu belum memberikan izin untuk otopsi."Sebagai suatu lembaga yang aparatnya meninggal dunia, Kejagung seharusnya proaktif menelusuri dan menginvestigasi apa yang terjadi. Karena meninggalnya Umbu terkait langsung dengan penanganan kasus di Sultra," kata Wakil Ketua DPD La Ode Ida.Hal ini disampaikan dia usai menghadiri ekpose (gelar perkara) penyelidikan di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2005). Turut hadir Kajati Sultra I Wayan Pasek, Wakil Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, serta beberapa perwakilan ICW.Pada pertemuan tersebut, Kajati Sultra tidak menjelaskan tentang kondisi jenazah Umbu. Bahkan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Muchtar Arifin mengelak untuk membicarakan masalah tersebut."Ini aneh, sepertinya hendak ditutup-tutupi, sepertinya Jamintel ini tidak pro untuk pembersihan pemerintahan," cetus La Ode Ida.Menurutnya, dengan meninggalnya Umbu, dikhawatirkan penanganan kasus korupsi di Sultra akan terhenti, dan akan menjadi teror bagi para jaksa yang ingin menegakkan hukum."Bayangkan, Pak Umbu dihabisi begitu saja. Ini sangat luar biasa. Motivasinya untuk menghentikan pengusutan kasus korupsi, sehingga meniadakan orang-orang yang kritis," ujar La Ode Ida.Dia pun mendesak agar otopsi jenazah Umbu segera dilakukan. "Tidak ada rekayasa foto dalam hal ini. Ini foto dari keluarga, maka kami mengharapkan jenazah diotopsi" tandas La Ode Ida sambil menunjukkan foto jenazah Umbu. (fay/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini