DetikNews
Sabtu 15 September 2018, 06:08 WIB

Elite Gerindra Pamer Surat Pengesahan Perkumpulan 2019PrabowoSandi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Elite Gerindra Pamer Surat Pengesahan Perkumpulan 2019PrabowoSandi Ketua Presidium GNPP Sufmi Dasco Ahmad (kanan) bersama Prabowo Subianto. (Foto: dok. FB)
Jakarta - Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP) tidak hanya mengajukan perkumpulan '2019PrabowoPre siden' kepada Kemenkum HAM. GNPP, yang diketuai Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, juga mendaftarkan perkumpulan 2019PrabowoSandi.

Dasco menunjukkan surat bernomor AHU-001963.AH.01.07.Tahun 2018 tentang pengesahan pendirian perkumpulan Tagar2019PrabowoSandi. Surat itu disahkan pada 6 September 2018.


"Memberikan pengesahan badan hukum: PERKUMPULAN TAGAR2019PRABOWOSANDI Berkedudukan di Jakarta Selatan, sesuai salinan akta nomor 3 tanggal 5 September 2018 yang dibuat oleh Ilwa, S.H., M.KN., yang berkedudukan di KOTA TANGERANG SELATAN," demikian bunyi putusan surat dari Kemenkum HAM yang dibagikan Dasco.

Surat pengesahan perkumpulan 2019PrabowoSandi yang dibagikan elite Gerindra Sufmi Dasco.Surat pengesahan perkumpulan 2019PrabowoSandi yang dibagikan elite Gerindra Sufmi Dasco. (Foto: Dok. Istimewa)

Rencananya, gerakan 2019PrabowoSandi akan di-launching siang ini. Tidak hanya launching perkumpulan, akan ada juga peluncuran lagu berjudul '2019PrabowoSandi' ciptaan Sang Alang.

"Kami Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP) kembali meluncurkan slogan serta simbol perjuangan, yaitu #2019PrabowoSandi, pada hari ini juga, Sabtu, 15 September 2018, akan diluncurkan sebuah lagu perjuangan yang diciptakan oleh Sang Alang berjudul '#2019PrabowoSandi'," ujar Dasco, Sabtu (15/9/2018).

Ia menjelaskan slogan 2019PrabowoSandi memperkaya slogan 2019PrabowoPresiden yang lebih dulu digaungkan. Dalam waktu dekat, GNPP akan melakukan roadshow untuk menyosialisasi tagar 2019PrabowoPresiden dan 2019PrabowoSandi.


"Untuk terus menyosialisasikan slogan-slogan perjuangan tersebut, dalam waktu dekat kami akan melakukan roadshow ke 99 kota di seluruh Indonesia," kata Dasco.

Sebelumnya, pengesahan badan '2019PrabowoPre siden' sempat dituding Menkum HAM Yasonna Laoly sebagai siasat nakal. Keberadaannya pun menjadi kontroversi. Yasonna menjelaskan notaris yang mendaftarkan perkumpulan tersebut menggunakan siasat dengan cara nakal. Caranya, menggunakan spasi pada kata 'Presiden'.

"Notaris yang mendaftarkan perkumpulan itu agak nakal. Dia menyiasati dengan mendaftarkan PERKUMPULANTAGAR2019PRABOWOPRESI DEN atau #2019PrabowoPresi den. Untuk menyiasati sistem, dibuat spasi antara kata 'Presi' dan 'den'," jelas Yasonna dalam keterangan tertulis, Senin (10/9).



Tonton video 'Gerindra Dukung Politik Dua Kaki Demokrat, Tapi...'
(dkp/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed