Polri Selidiki Aneka Keganjilan Erry Bunjamin

Polri Selidiki Aneka Keganjilan Erry Bunjamin

- detikNews
Jumat, 12 Agu 2005 15:52 WIB
Jakarta - Erry Bunjamin (sebelumnya tertulis Ery Bunjamin-red) dibekuk polisi karena banyak ditemukan keganjilan padanya. Pengacara itu saat ini memang baru dituduh memalsukan paspor. Namun selanjutnya kaitannya dengan Munir akan diinvestigasi."Kita bongkar dulu, bagaimana keterkaitan Erry dengan pembunuhan Munir. Tapi yang jelas, ada beberapa indikasi yang patut dicurigai," kata Ketua Tim Penyidik Pembunuhan Aktivis HAM Munir Brigjen Pol Marsudhi Hanafi di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2005).Ada beberapa hal yang dijadikan kecurigaan oleh Mabes Polri. Menurut Marsudhi, Erry berangkat ke Singapura dengan menggunakan paspor palsu. Saat menaiki pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Erry telihat terburu-buru. Pada saat di Singapura, Erry juga terlihat turun terburu-buru. Marsudhi juga mencurigai tujuan Erry pergi ke Singapura. "Dia cuma satu hari di Singapura. Jawabnya cuma mau beli kaos dan parfum," ujarnya. Erry juga mempunyai dua paspor. Satu paspor diterbitkan oleh kantor Imigrasi Jakarta Timur dan beralamat di Bekasi. Sedangkan paspor yang kedua diterbitkan kantor Imigrasi Jakarta Pusat dengan alamat numpang dengan seseorang. "Keduanya fiktif," ujar Marsudhi. Paspor yang digunakan Erry juga sudah kadaluwarsa. Marsudhi merasa heran kenapa pihak Imigrasi bisa kecolongan dengan pemalsuan dokumen yang telanjang ini. "Kenapa Imigrasi bisa meloloskan ini? Harusnya 6 bulan sebelumnya sudah ada pembaruan," tukasnya.Erry Bunjamin, lanjut Marsudhi, adalah penumpang ke-15 bersama Munir yang menumpang Garuda Indonesia pada 7 September 2004. Erry Bunjamin tidak tercantum pada manifes (daftar nama penumpang) pihak Garuda. Yang tercantum hanyalah nama Erry, tidak ada nama belakangnya."Kita sudah beri rekomendasi ke pihak Garuda agar penumpang didata. Siapa yang turun ke Singapura khususnya kelas bisnis. Setelah dicari-cari didapatlah nama Erry, yang ternyata menggunakan paspor palsu," jelas Marsudhi. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads