Bawa Foto Jaksa Umbu, Laode Ida Datangi Kejagung
Jumat, 12 Agu 2005 14:38 WIB
Jakarta - Permintaan agar kematian Jaksa Umbu Lage Lozara diusut semakin menguat. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida juga menuntut hal itu. Sambil membawa foto jenazah Jaksa Umbu, Laode mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung). Laode tiba di Kejagung, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.50 WIB, Jumat (12/8/2005). Begitu tiba, senator asal Sulawesi Tenggara (Sultra) itu langsung menuju ruangan kerja Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Muchtar Arifin. Laode datang dengan membawa print out berwarna foto jenazah Umbu. Ada enam foto yang dibawanya. Enam foto yang dibawa Laode itu memperlihatkan kondisi jenazah Umbu yang tidak wajar. Lidah terjulur, ada lebam di mukanya, luka jeratan di lehernya, dan ada luka di bagian tangannya. "Meninggalnya Jaksa Umbu tidak wajar," kata Laode mencurigai kematian Umbu. Laode termasuk orang yang terkejut atas meninggalnya Umbu, apalagi setelah melihat foto-foto jenazahnya. Sebab, selama ini, Umbu yang menjabat sebagai Wakil Kajati Sultra itu merupakan jaksa yang konsisten dalam pemberantasan korupsi di Sultra, terutama Kabupaten Muna. "Sangat memprihatinkan dalam kaitannya dengan penegakan hukum dari Sultra. Sebab, Sultra merupakan bagian dari organisasi pemerintah yang memelihara mafia, termasuk mafia kasus korupsi," kata dia. Menurut Laode, di akhir hayatnya, Umbu masih konsentrasi dalam penanganan kasus genset yang dimark-up sekitar 20 miliar di Muna. "Muna merupakan salah satu daerah yang boleh dikatakan terkorup di Indonesia. Tapi, kasus-kasusnya tidak pernah terselesaikan," ujar dia. Di mata Laode, Umbu-lah seorang jaksa yang masih bersikeras untuk melakukan penyelidikan kasus korupsi di Muna itu. Dan kini, Umbu telah meninggal secara misterius. Entah bagaimana nanti nasib penanganan korupsi di Muna. "Saya sebagai orang yang dipilih sebagai perwakilan Sultra, setiap saat saya bertanggung jawab secara moral dan mendesak pihak-pihak terkait turun tangan dalam penanganan kasus korupsi di Muna. Saya meminta Presiden membuka kasus-kasus ini," ungkap dia. Mengenai perlunya otopsi terhadap jenazah Umbu sebagai langkah untuk membuka misteri kematiannya, Laode setuju. "Keluarga juga tidak ada alasan untuk menolak otopsi, karena ini merupakan kasus luar biasa," ujar dia.
(asy/)











































