Preman di DPR dan TNI/Polri Pun Wajib Dibasmi
Jumat, 12 Agu 2005 14:15 WIB
Jakarta - Tak cuma di jalanan, praktek preman sudah menjamur di lembaga negara. Di DPR misalnya, ada preman yang suka ngompas mitra kerjanya. Ini harus dibasmi tanpa pandang bulu!"Jangan hanya premanisme jalanan yang ditindak, premanisme yang digerakkan elit juga harus ditindak karena aktor intelektualnya mereka," kata Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif kepada detikcom di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/8/2005).Dia mencontohkan preman elit telah bermain di pilkada. "Preman yang membuat pilkada rusuh. Polri tidak bisa mendiamkan yang begitu," ujarnya.Politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) ini menilai perlu ada tindakan hukum yang tegas dalam pemberantasan preman. "Tindak tegas semuanya tanpa pandang bulu. Kalau dibiarkan bisa mengganggu ketenteraman masyarakat dan menimbulkan dampak panjang yang berujung pada konflik horizontal," imbau Zaenal.Anggota DPR dari FPDIP Permadi menyatakan hal yang sama. "Premanisme di RI bukan hanya di jalanan. Ada preman di DPR yang suka ngompas mitra kerjanya juga harus ditindak," kata Permadi.Pria yang dikenal sebagai paranormal ini mengatakan, premanisme juga ada di lembaga penegak hukum yakni TNI/Polri. "Di kepolisian, ada preman yang punya deposito besar dan di tentara ada juga yang menjadi backing perjudian, illegal logging juga harus ditindak," tegasnya Permadi.
(aan/)











































