DetikNews
Jumat 14 September 2018, 05:51 WIB

Komnas HAM Siap Terima Aduan Agustinus soal Kematian Keponakan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Komnas HAM Siap Terima Aduan Agustinus soal Kematian Keponakan Agustinus turun dari baliho dibujuk Jimly/Foto: Yuliaty B
Jakarta - Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie mengatakan akan mendampingi Agustinus yang memanjat baliho dekat flyover Pasar Rebo ke Komnas HAM. Terkait hal ini, Komnas HAM siap menerima aduan Agustinus.

"Ya, pertama, siapa saja yang mengadu ke Komnas HAM termasuk Mas Agustinus. Ini kan manjat sudah beberapa kali kalau besok mau ke Komnas HAM akan kita terima dengan baik," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, saat dihubungi detikcom, Jumat, (14/8/2018).



Tentu Choirul berharap Agustinus menjelaskan secara detail tuntutan yang akan disampaikannya. Choirul meminta Agustinus juga menyertakan dokumen-dokumen penunjang jika pun ada.

"Semoga dengan yang baru (komisioner Komnas HAM) ini bisa merespons dengan baik, tapi harus dijelaskan seperti apa (tuntutannya), kalau ada dokumen-dokumen yang menunjang informasi ya kita terima. Menurut kami itu sudah suatu yang baik kami akan terima dengan baik," tutur Choirul.

Tak hanya itu, Choirul juga menyambut baik rencana Jimly yang berencana turut mendampingi Agustinus ke Komnas HAM. Menurutnya, sosok Jimly juga sedikit banyak bisa membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi Agustinus.

"Kan Pak Jimly bisa bantu. Beliau sebagai mantan MK, beliau dulu juga bagian dari Komnas HAM, beliau ketua dewan penasihat Komnas HAM pada tahun 2016. Kami akan sambut baik Agustinus ini datang lagi ke Komnas Ham. Kita akan cek, apa yang sudah dilakukan dan apa yang kurang dilakukan. Kalau ada kendala, kita akan pecahkan kendala itu," ungkapnya.



Sebelumnya, lebih 34 jam Agustinus berada di atas baliho dekat flyover Pasar Rebo. Ciracas Jakarta Timur. Agustinus memanjat baliho sejak Rabu (12/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Agustinus akhirnya bersedia turun setelah dibujuk Jimly Asshiddiqie sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (13/9). Jimly lalu mengajak bicara dan mendengar keluhan Agustinus setelah turun. Agustinus bercerita, sejak 2016, dia mendatangi Polsek, Kodim, hingga Komnas HAM terkait kasus kematian keponakannya yang dinilai tidak wajar.

Jimly menceritakan masalah Agustinus adalah keponakannya meninggal tapi tidak ada kejelasan. Sebelum meninggal, menurut Agustinus, keponakannya itu tinggal bersama tentara selama seminggu.

"Tidak ada kabar berita, tidak ada penjelasan meninggalnya kenapa, katanya karena kecelakaan, itu aja. Dia minta visum, tapi tidak bersedia pihak itu. Kemudian berharap itu dibantu, ternyata semua pembiayaan nggak ada yang bantu, dia sendiri. Malah dia disalah-salahkan seolah-olah menggunakan motor dinas dari TNI setempat, makin marah dia," kata Jimly.


Jimly melanjutkan Agustinus lalu melapor ke polisi hingga Komnas HAM, tapi tidak ada tindak lanjut. Dia juga melapor ke LBH setempat, tapi tidak juga ada yang melayani.

"Dia sudah putus asa ini," ujarnya.

Jimly pun menelpon Komnas HAM. Komnas HAM berjanji akan menerima Agustinus pada Jumat (14/9) pukul 10.00 WIB.

"Saya akan berusaha untuk mengawal ini dan sudah saya kasih nasihat tadi, pertama, dia jangan lagilah berbuat nekat kayak begini, kita selesaikan, nanti saya bantu," ujar Jimly.



Saksikan juga video '34 Jam Lebih Nangkring di Baliho Pasar Rebo, Agustinus Dievakuasi':

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed