detikNews
Kamis 13 September 2018, 16:28 WIB

PAN: Soetrisno Bachir Dimusuhi Istana karena Dukung Anies dan 212

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PAN: Soetrisno Bachir Dimusuhi Istana karena Dukung Anies dan 212 Soetrisno Bachir. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - PAN haqul yakin eks ketumnya, Soetrisno Bachir, tak akan mendukung bakal capres petahana Joko Widodo pada Pilpres 2019. PAN menyebut Soetrisno merasa dimusuhi Istana.

"Mas Tris lah yang pertama menyarankan kepada PAN supaya tidak mendukung Pak Jokowi, yang waktu itu mungkin ada beberapa (dari) PAN masih diskusi dengan Pak Jokowi," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

"Tapi Mas Tris mengatakan jangan kita bergabung dengan Pak Jokowi," imbuh Yandri.


Soetrisno, kata Yandri, dimusuhi oleh Istana. Alasannya, Yandri menambahkan, karena Soetrisno Bachir dinilai Istana dekat dengan salah satu dari rangkaian aksi bela Islam, tepatnya aksi pada 2 Desember atau lebih dikenal aksi 212. Namun, Yandri tak memerinci aksi 212 tahun berapa yang mendapat bantuan Soetrisno.

Soetrisno sendiri di lingkaran Istana menjabat Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN). Karena membantu aksi 212, Yandri menyebut Soetrisno mengaku tak pernah diundang ke rapat-rapat kabinet.

"Kalau hari ini dia tiba-tiba mendukung Jokowi agak aneh itu, karena dialah yang menyarankan supaya PAN tidak mendukung Pak Jokowi karena sangat kecewa dengan Pak Jokowi," ucap Yandri.


Yandri menirukan ucapan Soetrisno saat mengaku kecewa ke Jokowi.

"Masa gara-gara saya dukung Anies, saya tidak pernah diajak lagi. Saya ini rapat KEIN tidak pernah diajak, rapat kabinet paripurna tidak pernah diajak, telepon sudah tidak diini sama Jokowi ini. Mau ketemu susah, urusan bisnis juga nggak ada yang dilancarkan," ungkap Yandri mengulang pernyataan Soetrisno.

Bagi Yandri, sangat tak mungkin Ketua Majelis Penasihat PAN itu mendukung Jokowi. Yandri mengatakan, Soetrisno dimusuhi Istana sejak terang-terangan Pilkada DKI Jakarta.

"Dari semenjak Pilkada DKI Jakarta. 'Masak gara-gara saya membantu konsumsi demo 212 saya dimusuhi sama Istana'. Dia ngomong gitu juga," ucap Yandri.

Bakal cawapres Sandiaga Uno pernah melakukan pertemuan dengan Soetrisno pada Sabtu (11/8). Sandiaga menghormati pilihan politik Soetrisno yang disebutnya sebagai pendukung Jokowi. Karena itu, dia mengaku tidak mengajak Soetrisno untuk bergabung menjadi tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Oh nggak, dia sudah sampaikan bahwa dia pendukung Pak Jokowi dan kalau kita dewasa dalam berpolitik ini bisa jadi kesempatan kita bertukar pikiran, tentunya terbuka dan penuh dengan rasa hormat dan rasa persatuan," ucapnya.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed