Pengacara: Ery Tersangka Pemalsuan, Bukan Munir

Pengacara: Ery Tersangka Pemalsuan, Bukan Munir

- detikNews
Jumat, 12 Agu 2005 12:30 WIB
Jakarta - Pengacara Ery Bunjamin menyangkal kliennya terlibat dalam kasus Munir. Yang benar, Ery menjadi tersangka pemalsuan dokumen."Sangkaannya pasal 263 jo 266 (1) KUHP yakni pemalsuan," kata salah satu pengacara Ery, Amir Syamsuddin.Pengacara kondang itu menyatakan hal itu di Gedung Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo 3, Jaksel, Jumat (12/8/2005).Kisah pemalsuan ini, tutur Amir, berawal dari kepemilikan KTP dan kartu keluarga Ery yang tercatat di Pangkal Pinang, Riau. Tapi uniknya, dengan berbekal dokumen itu, dia bisa mendapatkan paspor di Jakarta. Padahal seharusnya pengurusan paspor tergantung dari KTP yang dipegangnya.Menurut Amir, dengan mengantongi KTP Pangkal Pinang, Ery merintis karier di Jakarta. Nah, pada tahun 2000 Ery mendapat undangan mendadak ke Jepang. Ery tidak sempat mengurus paspor di kampungnya sana dan justru meminta bantuan seseorang untuk mendapatkan paspor di Jakarta.Seseorang itu siapa? "Ya biasa, kalau TKW-TKW itu ngurusnya di mana? Ya seperti itu, lewat seseorang di Jakarta. Tapi itu tahun 2000, sedang Munir tahun 2004," kilah Amir.Amir juga menjelaskan sedikit identitas Ery. Dia adalah managing partner Ery Bunjamin and Partner. Usianya 38 tahun.Apakah dia juga ahli kimia? "Bukan, dia adalah ahli di bidang hukum antidumping," jawab Amir.Ketika Munir menumpang Garuda pada 7 September 2004 lalu, apakah Ery juga akan ke Belanda? "Dia tidak pernah ke Belanda. Dia dalam perjalanan dari Jakarta ke Singapura, duduk di kursi paling depan," jawab Amir.Seat berapa? "Tidak tahulah. Pokoknya kalau Anda duduk di (kelas) bisnis, ada yang baris paling depan yang berhadapan dengan dinding kokpit," terang Amir.Lalu apa tujuannya pergi ke Singapura? "Dia kan kerja. Mau ketemu kliennya," kata Amir.Namun Amir enggan menyebut klien itu. "Kenapa harus disebut siapa? Biar polisilah yang bertanya," elaknya. Amir kembali menegaskan bahwa Ery tidak ada kaitannya dengan Munir. "Sama sekali tidak ada, tidak mengenal. Dan tidak pernah terkait dengan kasus Munir," tegas pria berkacamata itu. "Jadi saya sangat menyesalkan pernyataan yang tergesa-gesa untuk menjadikan Ery dengan Munir. Itu akan menurunkan reputasi kami dan bisnis kami," sesal Amir. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads