DetikNews
Kamis 13 September 2018, 13:21 WIB

PKS soal Tudingan Asia Sentinel: Pak SBY Bisa Tuntut Balik

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
PKS soal Tudingan Asia Sentinel: Pak SBY Bisa Tuntut Balik Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid (Foto: dok. MPR)
Jakarta - Media asing Asia Sentinel menulis artikel berisi tudingan ke pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait adanya konspirasi pencurian uang negara lewat skandal Bank Century. PKS sebagai mitra koalisi ikut angkat bicara.

Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai tuduhan tersebut bisa jadi upaya pembunuhan karakter SBY. Sebab, tuduhan itu tidak berbasiskan faktor hukum.

"Pernyataan yang sebombastis kayak begitu harus betul-betul dibasiskan pada faktor hukum," ujar Hidayat di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

"Bisa jadi begitu (pembunuhan karakter) ya, bila itu memang hanyalah fitnah, ya," imbuhnya.


Hidayat mengatakan tuduhan tersebut merupakan fitnah. Menurutnya, Ketum Partai Demokrat itu memiliki hak melakukan tuntutan balik mengingat tudingan pencurian uang lewat skandal Bank Century merupakan tuduhan serius.

"Bila itu fitnah, sekali lagi, Pak SBY bisa lakukan tuntutan balik bila itu adalah pencemaran nama baik," katanya.

Hidayat berharap kasus ini tak dimunculkan lagi karena adanya kepentingan politik lantaran tahun ini merupakan tahun politik menjelang Pilpres 2019.

"Pemberantasan korupsi kelas kakap semacam ini, ada pemilu atau tidak ada pemilu, BLBI, Century, reklamasi dan apa pun juga supaya kemudian rakyat paham di Indonesia ini dilakukan hukum demi hukum dan pemberantasan korupsi bukan karena ada agenda politik apa pun," tutur Hidayat.

Hidayat juga berharap KPK dapat melaporkan progres perkembangan kasus Bank Century, sehingga dapat memberi pencerahan dan kejelasan terkait kasus yang tak kunjung usai itu.

"Tapi menurut saya, yang dipentingkan adalah KPK jangan juga membasiskan tindak lanjut pengusutan atau tidak pengusutan karena berita media, tapi karena memang tuntutan-tuntutan hukum dan karena tuntutan-tuntutan kewajiban dari KPK," ujarnya.

Media asing Asia Sentinel dalam artikel berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy' memuat tudingan adanya konspirasi pencurian uang negara lewat skandal Bank Century. Artikel itu memuat tudingan bahwa ada pencucian uang senilai USD 12 miliar lewat bank-bank di luar negeri oleh pemerintah SBY.

Berita yang ditulis John Berthelsen itu menceritakan bagaimana skandal Bank Century hingga berubah nama menjadi Bank Mutiara. Berthelsen menulis artikel itu dengan mengacu laporan hasil investigasi setebal 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pekan lalu.


Berita Asia Sentinel menuding Bank Century merupakan landasan untuk merampok uang negara. Penetapan Century sebagai bank gagal pada 2008 disebut hanya rekayasa. Media tersebut bahkan menyebut Bank Century sebagai 'Bank SBY'.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kemudian menyebut isu Bank Century merupakan bahan basi yang terus diolah pihak berkepentingan. Andi meminta agar skandal itu ditanyakan langsung kepada politikus yang akhirnya diputus bebas oleh Mahkamah Agung lewat PK, Misbakhun.
(mae/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed