DetikNews
Kamis 13 September 2018, 11:01 WIB

Komisi X DPR Prihatin Ada SMK di Batam Punya 'Sel Tahanan'

Muhammad Idris - detikNews
Komisi X DPR Prihatin Ada SMK di Batam Punya Sel Tahanan Foto: Dewi Irmasari/detikcom
Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati, mengaku masih menemukan dan mendengar adanya sekolah yang menerapkan hukuman fisik kepada siswanya yang melanggar. Bahkan ada siswa yang dihukum dengan dikurung dalam sel.

"Semua hukuman kepada siswa, apa pun kesalahannya harus mengandung unsur edukasi. Dan hukuman itu diharapkan membuat mereka sadar dengan kesalahannya," kata Reni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/9/2018).

Wakil Ketua Umum DPP PPP ini menyebutkan, salah satu bentuk kekerasan di sekolah baru-baru ini ditemukan di SMK swasta di Batam. Sekolah memiliki sel yang digunakan untuk menghukum siswa yang melanggar. Hukuman dikurung dalam sel ini menurut Reni sudah keterlaluan dan seharusnya tidak pernah dilakukan di sekolah.

Reni meminta semua guru mengerti tentang fungsinya sebagai pendidik yang diantaranya bisa memberikan hukuman yang mengandung unsure edukasi.


"Apa pun alasannya, termasuk alasan untuk mendisiplinkan siswa tidak boleh dengan kekerasan. Apalagi di masukkan ke dalam sel layaknya seorang narapidana," kata Reni yang maju sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat IV tersebut.

Menurut Reni, berdasarkan informasi yang ia terima, ada siswa yang harus dikurung lebih dari satu hari dalam sel tersebut.

Dia meminta kepada semua sekolah untuk tidak sekalipun memberikan hukuman yang tidak mengandung edukasi. Selain itu, dirinya juga meminta kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan perhatian besar pada kemungkinan terjadinya kekerasan pada anak, termasuk siswa di sekolah.


(idr/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed