Pilkada Depok 'Diperkosa' Hakim

Pilkada Depok 'Diperkosa' Hakim

- detikNews
Jumat, 12 Agu 2005 10:57 WIB
Jakarta - Peradilan yang bersih sulit dicari. Mafia peradilan justru berkeliaran. Hakim pun dituding telah memperkosa Pilkada Depok.Atas kepedihan itu, dua ratusan orang mengusung sebuah keranda hitam dan puluhan bendera kuning. "Turut berduka cita atas matinya demokrasi", demikian tulisan di keranda.Keranda itu diletakkan di depan Gedung Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2005).Massa berasal dari Aliansi Rakyat Antimafia Peradilan (Alaramp) dan Masyarakat Cinta Demokrasi (MCD). Demonstran yang semuanya laki-laki ini tampak mengenakan ikat kepala warna putih.Beberapa spanduk pun dibentangkan. Antara lain bertuliskan "Pilkada Depok diperkosa hakim", "Tolak mafia peradilan" dan "Kami rindu peradilan yang bersih".Aksi yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB ini belum mendapat respons dari MA. Demonstran ingin bertemu hakim agung MA. Tapi belum ada yang menerima mereka.Alhasil para demonstran hanya bisa berorasi sambil meneriakkan yel-yel, dan sesekali menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Hingga pukul 10.45 WIB, aksi masih berlangsung di bawah pengamanan sekitar 50 personel kepolisian.Dalam pernyataan sikapnya, demonstran menyatakan menolak keputusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang menganulir kemenangan Nur Mahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra, dan memenangkan Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad. Keputusan itu dianggap telah mengubah suara rakyat dalam Pilkada Depok.Demonstran juga menolak mafia peradilan yang menodai proses demokrasi. MA pun diminta agar secara profesional berperan aktif meninjau putusan kontroversial yang diambil Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Sebelum membubarkan diri, demonstran sempat melepaskan empat ekor tikus putih di depan pintu masuk Gedung MA. Pelepasan tikus-tikus itu sebagai simbol adanya mafia peradilan di MA.Para demonstran juga sempat menempelkan dua buah 'prasasti' yang terbuat dari stereo foam yang bertuliskan maaf hakim kami bodoh, ttd MA. Dan, satu prasasti lagi bertuliskan MA kami juga!, ttd McD. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads