PD: Info Pencopotan Prasasti SBY di Bandara Lombok dari Veteran NTB

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 13 Sep 2018 10:12 WIB
Prasasti SBY di Bandara Lombok (Foto: dok. istimewa)
Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat kabar hoax soal pencopotan prasasti peresmian Lombok International Airport. Partai Demokrat (PD) keberatan dengan pernyataan TGB.

PD menyebut sumber informasi soal pencopotan prasasti peresmian bandara Lombok berasal dari Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia Provinsi NTB, Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir. Abdul Kadir diceritakan Jansen tidak setuju dan menolak prasasti peresmian Bandara Internasional Lombok yang ditandatangani SBY dibongkar.

"Sebagai pemimpin di NTB, kami sarankan TGB komunikasi dengan Brigjen (Purn) Abdul Kadir mengapa sampai beliau menyampaikan pernyataan itu ke publik. Pastilah ada sebab musababnya," kata Ketua DPP PD, Jansen Sitindaon kepada wartawan, Kamis (13/9/2018).


"Kami Partai Demokrat kan merespons apa yang disampaikan Brigjen (Purn) Abdul Kadir ini. Jadi di mana hoaxnya, Pak TGB?" imbuh dia.

Jansen menegaskan, PD tidak pernah mempersoalkan pergantian nama bandara Lombok, apalagi diganti dengan nama pahlawan nasional dari NTB. PD hanya mempersoalkan niatan membongkar dan menghilangkan prasasti di bandara Lombok, jika benar terjadi sebagaimana disampaikan Brigjen (Purn) Abdul Kadir.

"Jika bandara ini ingin diresmikan ulang oleh Pak Jokowi dengan nama barunya, biarlah prasasti lama itu bersanding dengan prasasti barunya. Agar generasi berikutnya tahu sejarah pembangunan, renovasinya dan pergantian namanya. Seperti kata Bung Karno, Jas Merah: jangan sesekali kita melupakan sejarah," urai Jansen.


Sebelumnya, TGB mengatakan tidak ada pihak yang berniat mencopot prasasti peresmian Bandara LIA yang diteken SBY pada 20 Oktober 2011, sehingga tidak perlu ada pihak yang tersinggung.

"Saya sangat menyayangkan Pak SBY diberi kabar hoax mengenai rencana pencopotan prasasti hingga mengeluarkan statement yang keliru. Tidak ada yang berniat menghilangkan jejak Pak SBY. Jasa beliau dihargai, sehingga tidak perlu ada yang sensi," kata TGB dalam keterangannya, Rabu (12/9). (gbr/dkp)