DetikNews
Rabu 12 September 2018, 21:05 WIB

Saling Tuding Ada Stuntman di Pilpres

Tsarina Maharani, Mochamad Zhacky, Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Saling Tuding Ada Stuntman di Pilpres Ilustrasi Sandiaga dan Erick Thohir. (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin ditanggapi berbeda oleh rivalnya. Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai figur Erick seakan jadi 'stuntman' cawapres, kubu Jokowi-Ma'ruf pun membalas.

"Hari-hari ini Sandi sudah mulai melaksanakan perannya. Dia menjadi 'the real capres' yang keluar ke publik," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Rabu (12/9/2018).



Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Toni itu menilai sosok Prabowo identik dengan kegagalan sehingga justru Sandiaga-lah yang dimunculkan. Toni menyebut Prabowo pernah dipecat di TNI, kalah dalam konvensi capres Golkar pada 2004, kalah saat jadi cawapres di Pilpres 2009, dan terakhir kalah di Pilpres 2014 saat jadi capres.

Justru Erick Thohir seakan tak jadi masalah disebut sebagai 'stuntman'. Dia menanggapi pernyataan itu dengan santai.

"Ya nggak apa-apa, kalau stuntman kan bagus. Kalau nggak ada stuntman, nggak ada film action," kata Erick kepada wartawan di gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Selain itu, Erick bicara mengenai sosok cawapres Ma'ruf Amin yang dinilai sebagai sosok cerdas. Dia menyebut Ma'ruf Amin memiliki wawasan yang luas, bahkan hingga wawasan seputar dunia olahraga diketahuinya.

"Ini yang saya rasa kadang-kadang kita underestimate sama figur seseorang, padahal luar biasa dia bisa bicara ekonomi, bisa bicara sepakbola. Jangan kaget kalau bicara ekonom bagus juga," kata Erick.



Kata 'stuntman' belakangan jadi populer setelah sebagian penampilan Presiden Jokowi dalam video pembukaan Asian Games 2018 diperankan oleh pemain pengganti alias stuntman. Setelah itu, aksi Jokowi tersebut juga menuai kontroversi.

Kini kata 'stuntman' kembali dilontarkan oleh kubu rival Jokowi. Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari lantas merespons pernyataan kubu Prabowo-Sandiaga itu. Eva meminta mereka membenahi urusan internal.

"Urusin tim sendiri nggak beres gitu loh, platform nggak ada, timnya juga nggak lengkap, jadi nggak perlu kemudian ngerecokin. Energi fokus saja di masing-masing, urusan rumah tangga yang lain biarkan diurus rumah tangga yang lain," kata Eva.

Sedangkan Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menganggap komentar kubu lawannya itu menyesatkan. Tudingan tersebut dianggap tak berdasar.

"Tuduhan seperti itu cenderung fitnah dan menyesatkan, apa dasarnya menyebut Pak Erick sebagai 'stuntman' untuk cawapres? Ini bukan pernyataan yang substantif, tapi tuduhan yang tidak memiliki dasar dan cenderung fitnah," ujar Ace saat dihubungi detikcom.

Sementara itu, Ketua DPP NasDem Irma Suryani menyebut komentar itu asal-asalan. Menurut dia, justru kubu Prabowo-Sandiaga-lah yang ketakutan lantaran Erick Thohir jadi merapat ke Jokowi-Ma'ruf. Padahal sebelumnya Sandiaga yakin Erick tak akan mau ke kubu rivalnya.

"Dari pernyataan Sandi tersebut sangat jelas kecemasannya, jika Erick Thohir ternyata setuju. Makin bingung, makin ngawur statement-statement-nya yang mereka keluarkan," kata Irma.

Adalah anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade yang menyebut Erick sebagai 'cawapres stuntman'. Andre menyinggung soal adanya meme yang menyandingkan Erick dengan Sandiaga.

"Ternyata kubu sebelah keluarkan strategi baru, yaitu keluarkan cawapres 'stuntman'. Lihat aja meme-meme yang dikeluarkan kubu sebelah adalah Ma'ruf-Sandiaga, tapi meme yang dikeluarkan adalah Erick Thohir dengan Sandi. Itu artinya mereka butuh cawapres stuntman untuk hadapi Prabowo-Sandi, yaitu Erick Thohir," kata Andre di Jl Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/9).
(bag/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed