DetikNews
Rabu 12 September 2018, 02:40 WIB

Akan Temui SBY, Sandiaga: Minta Masukan Soal Turbulensi Ekonomi

Yuni Ayu Amida - detikNews
Akan Temui SBY, Sandiaga: Minta Masukan Soal Turbulensi Ekonomi Foto: Luthfy Syahban
Jakarta - Bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan segera menemui Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sandiaga mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut dirinya akan meminta masukan SBY soal turubulensi ekonomi.

"Saya ingin mendapatkan masukan dari beliau (SBY) menegenai pengalaman Pak SBY mengahadapi turbulensi ekonomi karena di 2008-2009. Turbulensi eksternal lebih dahsyat dari sekarang, yaitu global finansial crisis, tapi indonesia mendapatkan pujian karena kita tidak terlalu terdampak secara signifikan dari segi situasi ekonomi indonesia saat itu," ujar Sandiaga di Restoran Meradelima, Jl. Adityawarman, Jakarta Selatan, Selasa (11/9/2018).



Sandiaga mengungkapkan, meski di tahun 2008-2009 terjadi masalah ekonomi secara global, namun lapangan kerja di dalam negeri tetap bisa dijaga. Harga bahan pokok saat itu juga tetap stabil.

"Walaupun ada global financial crisis yang mengakibatkan seluruh dunia mengalami turbulensi yang luar biasa dan masuk ke dalam krisis yang multi dimensi pada 2008 dan 2009. Indonesia waktu itu saya ingat harus menutup bursanya selama beberapa hari dan ada goncangan ekonomi sebentar tapi indonesia cepat sekali bisa mengatasi krisis ini," ungkapnya.



Dia pun mengungkapkan, rencana pertemuannya dengan SBY nanti akan membahas mengenai beberapa masalah ekonomi. Sandi juga akan meminta masukan dari SBY terkait langkah-langkah yang seharusnya dilakukan di tengah masalah ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini.

"Nah saya tidak berharap krisis akan terjadi tahun 2018, tapi masukan dari SBY langkah-langkah antisipatif apa yang kita sebagai bangsa bisa memikirkan jauh lebih strategis menurut saya, dari pada isu-isu yang berkembang yang ada di masyarakat sekarang," kata Sandi.

Terkait adanya sejumlah kader Demokrat yang mendukung Jokowi-Ma'ruf, Sandiaga meminta semua pihak khususnya kubu Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf untuk tidak mempersoalkan masalah yang ada di masing-masing partai koalisi. Para pendukung juga diminta jangan sampai terpecah belah karena dinamika politik yang ada saat ini.

"Realita politiK internal masing-masing mitra koalisi itu pasti banyak dinamikanya, dan kebebasan masing-masing individu, baik pengurus juga dijamin undang-undang, tapi kita nggak usah terlalu membesar- besarkan hal itu, dan tidak perlu itu menjadi ajang pecah belah," ungkapnya.

"Dan saya sampaikan itu juga banyak dari pihak partai pendukung Presiden dan Kyai Ma'ruf yang menyatakan akan bergabung sama kami, tapi saya ingatkan jangan diangkat-angkat, jangan digembor-gemborkan, saling balas membalas, karena ini gak sehat buat demokrasi kita dan akhrinya nanti membingungkan masyarakat,"imbuhnya.



Diketahui, pertemuan Prabowo-Sandi dengan SBY akan diadakan besok di kediaman SBY, Jl. Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

"Besok saya dan Pak Prabowo akan bersilaturahmi ke Pak SBY dan juga ingin partai-partai satukan langkah menuju tim pemenangan yang sifatnya lebih strategis, lebih teknis," kata Sandiaga Uno kepada wartawan di Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (11/9).


(zap/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed