DetikNews
Rabu 12 September 2018, 01:00 WIB

Laporan Dari Mekah

Stok Obat-obatan Jemaah Haji Dipastikan Cukup Sampai Kepulangan

Fajar Pratama - detikNews
Stok Obat-obatan Jemaah Haji Dipastikan Cukup Sampai Kepulangan Foto: Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)/Dok Media Center Haji 2018
Jakarta - Fase pemulangan jemaah haji telah dimulai dari 27 Agustus lalu. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan memastikan stok obat-obatan untuk jemaah haji cukup sampai fase pemulangan.

"Saya cek ke petugas di kloter, semuanya menyatakan cukup," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Yusuf Singka dalam keterangannya kepada Media Center Haji (MCH) di Mekah, Selasa (11/9/2018).

Eka mengatakan, tahun ini PPIH Bidang Kesehatan membawa 79 ton obat-obatan dari tanah air. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 60 ton saja.


Di depo obat Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), lanjut Eka, tersedia obat terdiri dari 22 kelas terapi. Obat-obatan di antaranya adalah obat-obatan untuk anti hipertensi, anti alergi, anti infeksi, anti virus, anti jamur, anti parkinson, dan obat pengencer darah.

"Petugas kesehatan yang mendampingi Kloter (TKHI), sebelum berangkat bertugas ke Tanah Suci juga sudah dibekali dengan obat-obatan semenjak dari embarkasi," tutur Eka.

Eka mengatakan, tahun ini paket obat untuk petugas sebanyak 511 paket. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah Kloter yaitu 507 Kloter. Kelebihan paket obat ini disiapkan bila ada penambahan Kloter gabungan.


Adapun jenis obat atau perbekalan kesehatan yang dibawa oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) meliputi obat antibiotik, analgetik, obat sakit perut, obat anastesi, obat jantung, obat anti hipertensi, obat untuk konstipasi atau sulit buang air besar, oralit dan obat-obatan psychotropic serta obat anti alergi.

Kepala Depo Obat di KKHI Madinah, Syahida mengatakan bagi tim TKHI yang masih memiliki obat sementara kloternya akan kembali ke Tanah Air, dapat mengembalikan sisa obatnya ke Depo di KKHI atau memberikannya ke kloter lain yang masih berada di Saudi.

"Obat yang dikembalikan harus disertai catatan manual, selain melapor di aplikasi Siskohatkes. Laporan manual tetap diperlukan sebagai back up, bila ada masalah di system android," ujar Syahida.
(fjp/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed